Tandaseru – Ratusan warga di Kota Ternate, Maluku Utara, mendatangi Polsek Ternate Utara untuk melaporkan dugaan penipuan investasi bodong berbasis aplikasi online bernama Appenic, Kamis (5/2/2026) malam. Para korban yang didominasi oleh kaum ibu (emak-emak) ini mengaku mengalami kerugian setelah dana deposit mereka tak kunjung cair.

Kronologi Kejadian

Aksi protes mulai memuncak pada Kamis malam di salah satu rumah warga di Kelurahan Kasturian, Ternate Utara. Rumah tersebut diduga milik kaki tangan aplikasi yang bekerja sama dengan seorang wanita berinisial S.

Awalnya, proses pencairan dana berjalan lancar. Namun, sejak Selasa (03/02/26), akses pencairan pada aplikasi Appenic mendadak diblokir. Hal ini memicu kemarahan para nasabah yang merasa tertipu dan langsung melapor ke pihak kepolisian.

Modus dan Kerugian

Berdasarkan data laporan, berikut adalah rincian kerugian dan modus yang digunakan:

• Nilai Deposit: Rata-rata korban menyetorkan uang sebesar Rp3.300.000 per orang.

• Iming-iming: Keuntungan besar, pemberian sertifikat, hingga seragam (baju).

• Sistem Perekrutan: Korban yang diangkat menjadi “Direktur” diminta mencari nasabah baru untuk bergabung.

• Total Korban: Hingga saat ini, tercatat sedikitnya 111 orang telah melapor, namun jumlah ini diprediksi akan terus bertambah.

Salah satu korban, Juria, mengungkapkan kekecewaannya karena merasa terjebak dalam sistem perekrutan tersebut.

Torang (kami, red) diiming-iming dengan sertifikat dan baju. Saat menjadi direktur, kami diminta cari nasabah. Sekarang uang tidak bisa dikembalikan. Korban tidak hanya di Ternate, tapi tersebar di beberapa daerah,” ungkap Juria.

Sementara itu, Kapolsek Ternate Utara, IPTU Rizki Kurniawan, mengonfirmasi pihaknya tengah memproses laporan warga.

“Kami terus menunggu warga yang melapor. Sesuai nama yang tertera, sudah ada 111 orang yang mengadu. Kami pastikan jumlah korban akan terus bertambah,” ujar Rizki.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap siapa aktor utama yang bertanggung jawab di balik aplikasi Appenic tersebut.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter