Tandaseru — Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua, dan Wakilnya Rio Christian Pawane, telah menginstruksikan Inspektorat untuk memproses audit secara menyeluruh terkait dugaan sejumlah masalah serius di sektor kesehatan daerah tersebut.
Perintah ini dikeluarkan menyusul adanya dugaan praktik pungutan liar (pungli) uang sewa Rumah Susun (Rusun) Kesehatan, penimbunan ratusan karton obat-obatan, dan masalah anggaran pemeliharaan lift RSUD Ir Soekarno. Kasus-kasus tersebut terjadi pada masa kepemimpinan mantan Kepala Dinas Kesehatan, Julys Giscard, dan mantan Direktur RSUD.
Wakil Bupati Morotai, Rio Christian Pawane, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menuntaskan masalah yang disebutnya telah meresahkan masyarakat.
”Saya tegaskan proses audit tetap jalan, dan saya tetap terus mengawal. Kita percaya ke Inspektorat yang menangani itu,” ujar Rio, Rabu (19/11/2025).
Menurutnya, praktik-praktik tersebut telah menimbulkan banyak persoalan di bidang kesehatan.
“Kami harapkan kedepan jangan sampai terjadi lagi praktik-praktik seperti ini. Sebab, saat ini lumayan banyak masalah di Kesehatan. Mulai penimbunan obat-obatan, kemudian pungli Rusun, pemeliharaan lift di RSUD,” ungkapnya.
Ia memastikan bahwa proses audit akan terus berjalan hingga tuntas.
Sementara itu, Plt Kepala Inspektorat Morotai, Muhamad Umar Ali, membenarkan bahwa proses audit sedang berjalan. Ia menyatakan bahwa hasil audit akan disampaikan ke publik setelah semua pihak yang terlibat dalam kasus tersebut selesai diperiksa.
“Menunggu saja saat ini proses audit berjalan, nanti kami sampaikan,” tandasnya.
Terpisah, mantan Kepala Dinas Kesehatan, Julys Giscard, yang dikonfirmasi mengenai masalah ini, belum memberikan tanggapan hingga berita ditayangkan.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.