Tandaseru – Masyarakat Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, bersama petugas keamanan mulai memperketat pengawasan wilayah perbatasan dengan memasang sejumlah baliho pencegahan narkoba dan kegiatan ilegal. Aksi ini difokuskan pada titik-titik strategis, termasuk Pelabuhan Feri Desa Juanga dan beberapa lokasi di Kecamatan Morotai Selatan pada Sabtu, 28 Maret 2026.

Baliho-baliho tersebut memuat pesan tegas bertajuk “Mari Jaga NKRI, Lindungi Perbatasan, Tolak Ilegal dan Narkoba.” Langkah preventif ini diambil sebagai bentuk respons nyata warga melindungi generasi muda di pulau terluar Indonesia dari ancaman barang haram dan penyelundupan yang merugikan negara.

Asri Djalal, salah satu warga sekaligus petugas di Pelabuhan Feri yang terlibat langsung dalam aksi tersebut, menyatakan pemasangan atribut sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat. Menurutnya, pelabuhan merupakan jalur krusial yang harus diawasi ketat agar tidak menjadi pintu masuk barang-barang terlarang.

“Pemasangan baliho ini dapat mencegah hal-hal yang dapat membahayakan serta merugikan masa anak bangsa atau generasi bangsa,” ujar Asri saat memberikan keterangan di sela-sela kegiatan.

Ia menambahkan, upaya ini merupakan bagian dari edukasi mengenai konsekuensi hukum bagi para pelaku kriminal di wilayah Morotai. Asri menekankan, keamanan wilayah perbatasan bukan hanya menjadi beban aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab moral seluruh elemen masyarakat mulai dari tokoh agama hingga tokoh pemuda.

“Ini adalah tanggung jawab kita semua, bukan hanya tugas aparat penegak hukum tetapi kewajiban dan kesadaran bersama warga. Mari kita bergandeng tangan menjaga Morotai dari hal-hal yang melanggar hukum demi ketenteraman Bangsa dan Negara,” tegasnya.

Melalui gerakan ini, warga diharapkan lebih berani melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang. Sinergi antara masyarakat dan petugas diharapkan mampu memperkuat kedaulatan serta menciptakan lingkungan yang bersih dari peredaran narkoba di wilayah Pulau Morotai.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Irjan Rahaguna
Reporter