Tandaseru — Jaringan Kota Pusaka Indonesia memastikan pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XII akan digelar di Kota Ternate, Maluku Utara, pada 24–28 Agustus 2026. Keputusan ini merupakan tindak lanjut Kongres JKPI VI di Banjarmasin serta hasil rapat pengurus organisasi pada 3 Februari 2026.

Pemilihan Ternate bukan tanpa alasan. Kota di Maluku Utara ini memiliki jejak panjang sebagai pusat perdagangan rempah dunia dan simpul peradaban maritim Nusantara. Dalam perspektif jejaring kota pusaka, Ternate dinilai merepresentasikan keterhubungan antara sejarah global dan identitas lokal Indonesia.

Direktur Eksekutif JKPI, Dr. (Cand) Asfarinal, mengatakan Rakernas kali ini akan difokuskan pada penguatan peran kota pusaka dalam pembangunan berkelanjutan.

“Kota pusaka tidak boleh hanya diposisikan sebagai ruang konservasi statis, tetapi sebagai ruang hidup yang produktif—menggerakkan ekonomi, memperkuat identitas, dan membangun masa depan,” ujarnya.

Bukan Sekadar Rakernas

Berbeda dengan forum organisasi pada umumnya, Rakernas JKPI XII dirancang sebagai peristiwa budaya berskala nasional. Sejumlah agenda telah disiapkan, mulai dari seminar internasional, sidang Rakernas, hingga pameran produk unggulan daerah.

Selain itu, kegiatan ini juga akan menghadirkan pertunjukan budaya, master class, karnaval budaya, serta Nusa Raya Run, sebuah ajang olahraga berbasis heritage yang menggabungkan aktivitas lari dengan eksplorasi kawasan bersejarah.

Melalui rangkaian agenda tersebut, JKPI berupaya menghadirkan pendekatan yang lebih inklusif—menghubungkan kebijakan, budaya, ekonomi kreatif, dan partisipasi publik dalam satu ekosistem kegiatan.

Dorong Kolaborasi Antar Daerah

Rakernas ini diharapkan menjadi ruang konsolidasi bagi lebih dari 75 kota/kabupaten anggota JKPI. Tidak hanya membahas program kerja organisasi, forum ini juga menjadi sarana berbagi praktik baik (best practices) dalam pengelolaan kota pusaka di berbagai daerah.

Panitia menyiapkan kesiapan dan dukungan sesuai dengan kegiatan masing-masing kegiatan peserta dari anggota JKPI sebagai bentuk dukungan terhadap kehadiran dan partisipasi aktif dalam kegiatan.

JKPI menekankan pentingnya kolaborasi lintas daerah untuk menjawab tantangan pengelolaan warisan kota, mulai dari tekanan pembangunan, perubahan fungsi ruang, hingga kebutuhan integrasi dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Ternate sebagai Simpul Warisan Dunia

Penyelenggaraan Rakernas di Ternate sekaligus menjadi upaya memperkuat posisi kota-kota di kawasan timur Indonesia dalam peta kebudayaan nasional.

Dengan latar sejarah Kesultanan Ternate dan jaringan perdagangan global sejak abad ke-16, kota ini dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan narasi heritage Indonesia di tingkat internasional.

Rakernas JKPI XII diharapkan tidak hanya menghasilkan keputusan organisasi, tetapi juga memperkuat arah kebijakan nasional dalam pengelolaan kota pusaka sebagai bagian dari strategi pembangunan berbasis budaya.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter