Tandaseru — Pemerintah Kota Tidore Kepulauan resmi memulai penyusunan Profil Keanekaragaman Hayati (KEHATI) melalui Rapat Koordinasi yang digelar bersama organisasi Burung Indonesia.

Acara ini dibuka oleh Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra, Rudy Ipaenin, mewakili Wali Kota Tidore Kepulauan di Ruang Rapat Sekda, Selasa (10/3/2026).

​Penyusunan profil ini merupakan langkah strategis untuk mendokumentasikan kekayaan ekosistem darat dan laut Tidore, mulai dari kawasan hutan hingga pesisir.

Dokumen ini diharapkan tidak hanya menjadi syarat administratif, tetapi juga menjadi instrumen perlindungan sumber daya alam yang bernilai ekologis dan ekonomi.

​Rudy bilang, isu keanekaragaman hayati kini berkaitan erat dengan ketahanan pangan, ekonomi masyarakat, pariwisata, serta mitigasi perubahan iklim.

​”Dokumen ini nantinya akan menjadi basis data resmi mengenai potensi KEHATI daerah serta rujukan dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang berwawasan lingkungan,” ujar Rudy.

​Ia juga menambahkan bahwa Profil KEHATI akan berfungsi sebagai landasan pengembangan ekonomi berbasis ekowisata di wilayah Kota Tidore Kepulauan.

​Mengingat luasnya cakupan data yang diperlukan, Pemerintah Kota mengharapkan adanya sinergi antara perangkat daerah, akademisi, dan komunitas lingkungan. Rudy menegaskan, partisipasi aktif dari seluruh pihak sangat krusial agar dokumen yang dihasilkan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

​”Kami berharap dokumen ini tidak berhenti sebagai laporan semata, tetapi benar-benar menjadi panduan dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan,” pungkasnya.

​Rapat koordinasi tersebut menghadirkan Koordinator Burung Indonesia Wilayah Kepulauan Maluku-Maluku Utara, Benny Siregar, sebagai narasumber. Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan Ridwan Moh Yamin, Anggota DPRD Ardiansyah Fauji, sejumlah pimpinan OPD terkait, perwakilan Balai Aketajawe Lolobata, serta unsur akademisi.

Sahril Abdullah
Editor
Sahril Abdullah
Reporter