Tandaseru – Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, Maluku Utara, berencana menghibahkan dua aset pelabuhan strategis kepada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ternate. Langkah ini diambil guna membuka akses pendanaan dari APBN untuk renovasi dan pengembangan fasilitas pelabuhan yang lebih modern.
Rencana besar tersebut dibahas dalam pertemuan antara Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, dengan Kepala KSOP Kelas II Ternate, Rushan Muhammad, Selasa (10/3/2026). Adapun dua aset yang akan dihibahkan adalah Pelabuhan Semut Mangga Dua dan Pelabuhan Penyeberangan Mayau di Pulau Batang Dua.
Solusi Kendala Anggaran Pusat
Kepala KSOP Kelas II Ternate, Rushan Muhammad, menjelaskan status kepemilikan aset selama ini menjadi penghambat utama pembangunan. Sesuai regulasi, anggaran pusat tidak dapat dikucurkan jika lahan pelabuhan masih tercatat sebagai aset pemerintah daerah.
“Jika aset ini sudah dihibahkan, maka pengembangan kawasan bisa menggunakan anggaran pusat. KSOP akan fokus pada keselamatan dan keamanan pelayaran, sementara pengelolaan bisnisnya tetap bisa diatur Pemkot melalui Badan Usaha Pelabuhan (BUP),” ungkap Rushan.
Penyerahan lahan Pelabuhan Mangga Dua ini juga merupakan tindak lanjut dari surat yang diajukan oleh mendiang Wali Kota sebelumnya, Burhan Abdurahman.
Selain Pelabuhan Semut, fokus utama hibah ini adalah Pelabuhan Mayau di Kecamatan Batang Dua. Rushan membeberkan kondisi miris di wilayah tersebut, di mana warga masih harus menggunakan perahu kecil untuk mencapai kapal besar karena ketiadaan dermaga yang memadai.
“Setiap kapal tiba di Mayau, mereka harus berlabuh di tengah laut. Penumpang terpaksa naik perahu kecil dulu untuk ke kapal. Ini sangat menyulitkan dan berbahaya bagi masyarakat,” tambahnya.
Wacana Pengembangan Pelabuhan Dufa Dufa
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga melirik potensi pengembangan Pelabuhan Dufa Dufa. Rencananya, pelabuhan di wilayah utara Ternate ini akan dilebarkan sekitar empat meter ke arah laut agar bisa disandari kapal berukuran besar.
Jika rencana ini terealisasi, arus transportasi dari Pelabuhan Bastiong dapat dialihkan sebagian ke wilayah utara untuk memecah kepadatan sekaligus mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di kawasan Dufa Dufa.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.