Tandaseru — Suasana khidmat menyelimuti Aula Pondok Pesantren Alkhairaat Kalumpang, Ternate, Sabtu (7/3/2026) sore. Di tempat itulah pengurus Ikatan Alumni Abna Alkhairaat (IKAAL) Provinsi Maluku Utara periode 2026–2029 resmi dilantik Ketua Umum Pengurus Pusat IKAAL, Dr. Abdul Gani Malo.

Pelantikan yang dirangkaikan dengan rapat kerja wilayah (Rakerwil) itu mengusung tema “Meneguhkan Komitmen Alumni dan Abnaul Khairaat dalam Memajukan Alkhairaat.”

Kegiatan tersebut turut disaksikan Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, Sekretaris Jenderal PP IKAAL Dr. H. Haerolah Muh. Arif, serta sejumlah tokoh Alkhairaat, antara lain Ustaz Drs. H. Thaha Abdul Wahab, Ustaz Drs. Marus Adam, Ketua Komwil Alkhairaat H. Abdurrahman Assagaf, Badan Penasihat IKAAL H. Amar Manaf, M.Si,
Wakil Ketua Is Suaib, Wakil Sekretaris Dr. Hidayatussalam Sehan, dan M. Saldy Husen.

Rangkaian acara berlangsung sederhana namun sarat makna. Setelah prosesi pelantikan, para hadirin berbuka puasa bersama, dilanjutkan dengan salat Magrib dan Tarawih berjemaah di Masjid Alkhairaat Kalumpang.

Ketua IKAAL Maluku Utara, Dr. Muhammad Abusama, dalam sambutannya menegaskan Maluku Utara merupakan salah satu basis terbesar alumni dan abna Alkhairaat.

Kondisi itu, menurut dia, merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi keluarga besar Alkhairaat di daerah tersebut. Namun, ia mengingatkan bahwa besarnya jumlah tidak akan berarti tanpa persatuan dan kerja bersama.

“Apalah artinya kita terbanyak tetapi bercerai-berai. Apalah artinya menjadi mayoritas jika persoalan kecil di antara sesama alumni saja tidak mampu kita selesaikan,” ujarnya.

Menurut Abusama, pelantikan pengurus IKAAL kali ini menjadi momentum memperkuat persaudaraan sekaligus mengonsolidasikan kekuatan alumni untuk memberi kontribusi nyata bagi kemajuan Alkhairaat dan masyarakat.

Ia juga mengajak para alumni untuk tetap optimistis menghadapi dinamika sosial, baik di tingkat nasional maupun global.

Mengutip pesan Sayyidina Ali bin Abi Thalib, Abusama mengingatkan kebenaran yang tidak terorganisasi dapat dikalahkan oleh kebatilan yang terorganisasi.

IKAAL sendiri merupakan badan otonom Alkhairaat yang bertujuan membentuk pribadi muslim yang beriman, berakhlak, dan bertanggung jawab terhadap pembangunan agama, bangsa, dan negara.

Sebagai organisasi alumni, IKAAL mengemban sejumlah peran, antara lain meningkatkan kualitas sumber daya alumni, menginventarisasi potensi yang dimiliki alumni untuk mendukung misi Alkhairaat di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial, serta mendorong lahirnya wadah usaha dan kewirausahaan bagi para alumni.

“Kita harus menjadi motor penggerak dan terus bekerja bersama untuk kepentingan Alkhairaat,” tandas Abusama.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengutip pesan Habib Saggaf yang menggambarkan Alkhairaat sebagai lembaga pendidikan yang tetap bertahan di tengah berbagai ujian zaman—ibarat karang yang kokoh menahan gelombang.
Menurutnya, daya tahan itu lahir dari keikhlasan dan kerja keras para abna Alkhairaat yang menempatkan kepentingan lembaga di atas kepentingan pribadi.

Abusama berharap dukungan berbagai pihak, termasuk Wakil Gubernur Sarbin Sehe selaku Ketua Dewan Penasihat IKAAL, untuk terus menguatkan peran organisasi tersebut di Maluku Utara. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara IKAAL dengan struktur organisasi Alkhairaat di tingkat wilayah hingga kabupaten/kota.

“Kami berharap komunikasi, koordinasi, dan kerja sama terus diperkuat demi kemajuan Alkhairaat,” pungkasnya.

Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe menyatakan keyakinannya bahwa kepengurusan baru IKAAL mampu membawa organisasi itu menjadi lebih baik.

Menurut dia, di Indonesia, Maluku Utara merupakan salah satu daerah dengan basis Alkhairaat yang kuat setelah Palu, Sulawesi Tengah. Karena itu, kontribusi alumni sangat penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di daerah.

“Sebagai pemerintah daerah, kami berharap IKAAL dapat terus berkontribusi dalam pembangunan Maluku Utara,” kata Sarbin.

Sementara itu, Ketua Umum PP IKAAL Abdul Gani Malo menegaskan bahwa alumni Alkhairaat adalah mereka yang pernah menimba ilmu di lembaga pendidikan Alkhairaat. Sedangkan abna Alkhairaat adalah mereka yang memiliki komitmen dan kecintaan kuat untuk memajukan organisasi tersebut.

Menurut Abdul, ke depan IKAAL akan menghadapi berbagai dinamika pembangunan bangsa dan daerah. Karena itu, organisasi alumni harus mampu menghadirkan karya nyata.

“Apa yang akan kita kontribusikan menjelang satu abad Alkhairaat? Itu pertanyaan yang harus dijawab dengan kerja nyata,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kekuatan organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh jumlah anggota, melainkan oleh kemampuan mengorganisasikan semua potensi yang ada.

Mewakili PB Alkhairaat, Sekjen PP IKAAL, Haerolah Muh Arif mengatakan, seperti filosofi layang-layang, setinggi apapun kita terbang akan kembali. Maknanya, sebagai alumni yang berkiprah di berbagai bidang harus tetap ingat dan berbuat untuk Alkhairaat.

“Di manapun bekerja, pengabdianmu pada Alkhairaat jangan diabaikan,” ujarnya.

Usai salat Tarawih, kegiatan dilanjutkan dengan Rakerwil IKAAL Maluku Utara yang dipimpin Muhammad Abusama bersama Dr. Zahra Hanafi, didampingi Mujur GS, dan Fitrah Abdul Gani. Rapat tersebut menetapkan sejumlah program prioritas organisasi untuk masa bakti ke depan.

Sahril Abdullah
Editor
Sahril Abdullah
Reporter