Tandaseru – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menggelar Rapat Evaluasi Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun 2026 di Ruang Rapat Wali Kota, Rabu (4/3/2026). Rapat ini bertujuan memperkuat strategi peningkatan pendapatan daerah di tengah kebijakan penurunan anggaran Transfer Ke Daerah (TKD).
Rapat dipimpin langsung Wali Kota Muhammad Sinen didampingi Wakil Wali Kota Ahmad Laiman, Sekretaris Daerah Ismail Dukomalamo, serta dihadiri para Asisten Sekda, Staf Ahli, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan Plt. Direktur PDAM Ake Mayora.
Dalam arahannya, Wali Kota menginstruksikan seluruh OPD pengelola PAD menggali potensi daerah secara optimal dan transparan. Ia menekankan, meskipun anggaran pusat mengalami penyesuaian, semangat pengabdian harus tetap tinggi.
“Kita dibayar dan ditugaskan oleh negara untuk melayani masyarakat. Saya minta semua bekerja dengan baik, jujur, dan akuntabel. Kejar pendapatan, tapi jangan lupa perhatikan juga kesejahteraan tenaga yang ditugaskan di lapangan,” tegas Muhammad Sinen.
Selain fokus pada angka, ia juga menyoroti beberapa poin strategis yang menjadi kunci pertumbuhan ekonomi daerah, di antaranya:
- Revitalisasi sektor pariwisata dan pembangunan homestay.
- Peningkatan kualitas pelayanan publik untuk menciptakan efek timbal balik (feedback) bagi pendapatan daerah.
- Penghapusan ego sektoral guna membangun kolaborasi yang solid antar instansi.
Muhammad Sinen juga mengingatkan jajarannya tidak goyah terhadap kritik dari masyarakat terkait kebijakan yang diambil. Menurutnya, pro dan kontra adalah hal wajar dalam pencapaian tujuan besar untuk memenuhi kebutuhan publik.
“Setiap ada protes, jadikan itu sebagai motivasi dan penyemangat. Pastikan semua program yang dikembangkan selaras dengan visi misi daerah demi memberikan yang terbaik bagi masyarakat Tidore ke depan,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.