Tandaseru — Rektor Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Prof. Dr. Abdullah W. Jabid, SE., MM, kembali melakukan penyegaran struktur kepemimpinan dengan melantik lima pejabat di lingkungan kampus, Jumat (27/2/2026). Pelantikan berlangsung di Aula Nuku, Lantai IV Gedung Rektorat, Kampus II Unkhair, Gambesi, Ternate Selatan.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari konsolidasi organisasi untuk mempercepat pencapaian target Rencana Strategis Unkhair 2025–2029.
Lima pejabat yang dilantik yakni Dr. Irfan Zam Zam, S.E., M.Sc., Ak sebagai Wakil Rektor II Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum; Ir. Lily Ishak, M.Si., M.Nat.Res., Ph.D sebagai Dekan Fakultas Pertanian; Dr. Herman Darwis, S.E., M.SA., Ak sebagai Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI); Prof. Dr. Hamidin Rasulu, S.TP., M.P. sebagai Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM); serta Nurdin I. Muhammad, S.E., M.Si sebagai Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat.
Rotasi dan Keberlanjutan
Meski terjadi rotasi, sejumlah posisi strategis tetap dipercayakan kepada figur berpengalaman. Irfan Zam Zam sebelumnya dilantik sebagai Ketua SPI pada 2 Februari 2026. Lily Ishak yang merupakan dekan petahana kembali dipercaya memimpin Fakultas Pertanian.
Adapun Herman Darwis pernah menjabat Ketua SPI pada masa kepemimpinan Rektor Prof. Dr. Husen Alting, SH., MH. Sementara Nurdin I. Muhammad sebelumnya menjabat Wakil Dekan II Bidang Umum, Keuangan, dan Kepegawaian Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Rektor Abdullah menegaskan, jabatan di perguruan tinggi bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah yang terikat kontrak kinerja dan evaluasi berkala.
“Jabatan bukanlah hak, melainkan amanah. Kepercayaan ini bersifat dinamis dan akan dievaluasi secara periodik berbasis capaian kinerja,” ujarnya.
Tiga Agenda Besar
Pelantikan ini, menurut Abdullah, merupakan bagian dari implementasi Renstra Unkhair 2025–2029 dengan visi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni berbasis kepulauan dan kemajemukan yang berdaya saing internasional.
Prof. Abdullah merinci tiga agenda besar kepemimpinan ke depan. Pertama, peningkatan kualitas lulusan yang adaptif dan kompetitif secara global. Kedua, penguatan riset dan pengabdian kepada masyarakat yang inovatif dan berdampak. Ketiga, pembangunan tata kelola universitas yang akuntabel, transparan, efektif, dan berkelanjutan.
Secara khusus, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum diminta menjadi simpul integrasi antara perencanaan dan penganggaran berbasis indikator kinerja.
“Tidak boleh ada program tanpa indikator dan tidak boleh ada anggaran tanpa target terukur,” kata Abdullah.
Kepada Dekan Fakultas Pertanian, Rektor mendorong penerapan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), peningkatan daya serap lulusan, publikasi internasional, hilirisasi riset, serta penguatan kemitraan dengan industri.
Sementara itu, Ketua SPI diminta memperkuat pengawasan berbasis risiko, audit kepatuhan dan kinerja, serta mendampingi pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Rektor juga menekankan pentingnya digitalisasi layanan, transparansi anggaran, sistem pengaduan yang responsif, serta internalisasi budaya anti-gratifikasi sebagai bagian dari penguatan integritas institusi.
“Unkhair harus unggul bukan hanya dalam akademik, tetapi juga dalam integritas dan kepercayaan publik,” tuturnya.
Di akhir sambutan, Abdullah mengajak seluruh sivitas akademika mendoakan almarhumah Aisyah Rachmawati Ryadin, dosen Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian, yang wafat beberapa waktu lalu, sebagai penghormatan atas dedikasinya bagi kampus.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.