Tandaseru – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah berjalan di wilayah Maluku Utara menuai kritik tajam dari masyarakat. Melalui berbagai unggahan di media sosial, sejumlah warga mengeluhkan kualitas menu yang diberikan kepada siswa karena dinilai tidak sebanding dengan anggaran yang dialokasikan serta jauh dari standar gizi yang diharapkan.
Berdasarkan pantauan dari unggahan yang viral di Facebook, keluhan muncul dari beberapa titik, termasuk di Kota Ternate dan Pulau Taliabu. Salah satu pengunggah di Ternate, Irman, mempertanyakan kelayakan menu yang hanya terdiri dari telur rebus, pisang, dan gorengan kepada Kepala MBG Maluku Utara, Muhamad Ramli.
Kritik Anggaran dan Menu “Mirip Makanan Penjara”
Kritik pedas juga datang dari orang tua siswa di Nggele, Taliabu, yang membandingkan menu MBG dengan “makanan penjara”. Warganet menyoroti adanya dugaan ketidaksesuaian antara anggaran operasional dan bahan baku dengan realisasi makanan yang diterima siswa.
“Jangan korupsi makanan siswa yang harganya Rp13 ribu per siswa. Makanan yang dibuat tidak cukup seharga itu,” tulis salah satu warganet dalam unggahannya yang menyertakan foto berisi nasi putih dalam plastik, telur rebus, sepotong semangka, dan kacang bawang.
Tuntutan Transparansi dan Pengalihan Dana
Warganet juga menyindir janji menu daging sapi yang nyatanya tidak terealisasi. Hal ini memicu gerakan dari l orang tua yang meminta agar program tersebut dihentikan atau teknis penyediaannya dialihkan langsung kepada orang tua murid.
“Ayo ibu-ibu, bapak-bapak, gerakan tolak MBG karena sangat menguras APBN. Lebih baik diuangkan ke orang tua murid agar kami yang sediakan menu bergizi buat anak-anak,” tulis akun bernama Samiun.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dan penyelenggara program segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar menu (karbohidrat, protein, sayur, buah, dan susu) agar tujuan utama peningkatan gizi anak sekolah benar-benar tercapai dan tepat sasaran.
Sementara itu, Ketua Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Maluku Utara Muhamad Ramli yang dikonfirmasi lewat Messenger Facebook belum memberikan tanggapan hingga berita ini ditayangkan.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.