Tandaseru – Mahmud Kasim alias Hudu, warga Desa Gitaraja yang dilaporkan hilang sejak Minggu (22/2/2026), akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (23/2/2026) siang. Korban ditemukan di kawasan hutan bakau Tafalai, Desa Gitaraja, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara.

Jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 14.00 WIT oleh dua warga Desa Lola, Kristian Rinaldi (28) dan Jhon Regam (29), yang saat itu tengah mencari ikan dan kepiting di area hutan bakau tersebut.

Kronologi Penemuan

Saksi mata, Kristian Rinaldi, menjelaskan bahwa dirinya melihat sesosok mayat tergeletak di pinggir air. Menyadari hal tersebut, rekannya, Jhon Regam, segera keluar dari hutan bakau untuk mencari bantuan dan bertemu dengan warga bernama Haerudin Taib (40) yang kemudian melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

Mendapat laporan warga, aparat kepolisian segera bergerak ke lokasi kejadian (TKP). Untuk memastikan identitas korban, polisi meminta keluarga korban untuk datang langsung ke lokasi.

“Sekitar pukul 14.55 WIT, keluarga korban dan pihak kepolisian tiba di TKP dan memastikan bahwa mayat tersebut adalah korban hilang yang dicari,” ujar keterangan dalam laporan tersebut.

Sementara Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, menjelaskan Tim Rescue sebenarnya telah dikerahkan dan tiba di Pelabuhan Sofifi pukul 14.30 WIT untuk memulai pencarian. Namun, saat tim sedang dalam perjalanan darat menuju lokasi, informasi penemuan korban oleh warga telah diterima.

Jasad korban ditemukan oleh warga setempat sekitar pukul 15.10 WIT. Setelah ditemukan, jasad Mahmud segera dievakuasi menuju rumah duka.

“Korban dievakuasi ke kediamannya oleh masyarakat dibantu oleh Babinsa dan pihak Polsek setempat untuk diserahkan ke pihak keluarga guna proses lebih lanjut,” ujar Iwan dalam keterangan persnya.

Kondisi Korban dan Keputusan Keluarga

Kondisi tubuh korban saat ditemukan sangat mengenaskan dengan luka-luka yang diduga kuat akibat terkaman buaya. Berdasarkan pemeriksaan fisik di lokasi:

• Tangan kiri dan kaki kanan korban telah hilang.

• Terdapat luka robek bekas gigitan di bagian wajah.

• Terdapat luka robek besar di bagian perut.

Proses evakuasi dilakukan secara gotong royong oleh warga dan kepolisian menggunakan alat seadanya sebelum akhirnya jenazah dibawa ke rumah duka menggunakan mobil pikap.

Pihak keluarga korban menyatakan menolak untuk dilakukan otopsi. Mereka telah mengikhlaskan kejadian ini sebagai musibah murni dan menerima kondisi almarhum sebagai takdir dari sang pencipta.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter