Tandaseru – Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Meri Popala, melakukan aksi nyata dengan menemui langsung warga terdampak banjir di lokasi pengungsian Desa Kedi, Kecamatan Loloda, Halmahera Barat, Sabtu (31/1/2026).

Dalam agenda reses tersebut, Ketua Fraksi Demokrat ini tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga berdialog intensif mendengarkan keluhan warga Desa Totala Jaya yang kini terpaksa mengungsi.

Daftar Kebutuhan Mendesak Warga

Warga menyampaikan sejumlah aspirasi krusial terkait keberlangsungan hidup mereka pascabencana, di antaranya:

• Kepastian Relokasi: Warga meminta lokasi pemukiman baru yang tetap dekat dengan akses perkebunan demi menjaga stabilitas ekonomi.

• Infrastruktur: Pembangunan barak pengungsi, rumah ibadah (gereja), serta pengadaan alat berat untuk pengerukan kali dan pembuatan bronjong.

• Kesehatan & Balita: Pendampingan medis bagi pasien rujukan, kebutuhan alat kompresor gigi, hingga pasokan susu formula dan perlengkapan bayi.

Komitmen Pendampingan Kemanusiaan

Menanggapi hal tersebut, Meri menegaskan kebutuhan dasar seperti logistik makanan akan dipastikan terpenuhi oleh pemerintah. Ia juga secara khusus fokus pada pendampingan kesehatan warga yang sakit.

“Saya melakukan pendampingan kemanusiaan untuk kesehatan, seperti salah satu pasien pengungsian yang dirujuk semalam dan saat ini tengah dirawat di RSUD Jailolo,” ungkap istri Bupati Halmahera Barat dua periode tersebut.

Terkait permintaan relokasi, Meri meminta masyarakat untuk bersabar. Menurutnya, penentuan lokasi baru memerlukan kajian teknis dari para ahli agar tempat tinggal yang baru benar-benar layak dan aman.

“Saya menyadari tidak semua usulan bisa langsung diatasi seketika, tetapi saya punya tanggung jawab moral untuk mengawal aspirasi ini. Saya akan berkoordinasi dengan Bupati maupun Gubernur agar segera ada kejelasan bagi warga,” pungkasnya.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Mardi Hamid
Reporter