Tandaseru – Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, mengeluarkan imbauan resmi terkait potensi cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut pada awal tahun 2026. Masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan guna meminimalkan risiko bencana.

Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua, menegaskan bahwa peringatan ini merujuk pada data BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate. Berdasarkan prediksi, hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi diperkirakan akan terus terjadi di wilayah Maluku Utara selama sepekan ke depan.

“Saya berharap masyarakat di enam kecamatan selalu waspada. Camat dan kepala desa di 88 desa juga harus intens memantau aktivitas warga serta memberikan edukasi dini, baik secara langsung maupun melalui media,” ujar Rusli kepada media, Rabu (7/1/2026).

Kondisi di lapangan menunjukkan intensitas hujan tinggi disertai angin kencang sudah terjadi di Pulau Morotai sejak Selasa malam. Menanggapi hal tersebut, Bupati memberikan poin-poin penekanan khusus bagi kelompok masyarakat yang rentan terdampak:

• Masyarakat Pesisir dan Bantaran Sungai: Diminta siaga penuh terhadap potensi luapan air sungai dan gelombang pasang.

• Nelayan: Diimbau untuk sementara waktu tidak melaut demi keselamatan jiwa dan terus memantau informasi tinggi gelombang.

• Petani: Diingatkan untuk segera meninggalkan area perkebunan jika terjadi hujan lebat guna menghindari risiko banjir bandang maupun tanah longsor.

“Intinya, masyarakat harus lebih peka melihat kondisi lingkungan sekitar sebagai langkah deteksi dini. Keselamatan adalah prioritas utama di tengah cuaca ekstrem ini,” pungkas Rusli.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Irjan Rahaguna
Reporter