Oleh: Anwar Husen

Pemerhati Sosial/Tinggal di Tidore, Maluku Utara

_______

Fakta shio dalam kalender Cina tadi, dan fakta pemangkasan TKD oleh pemerintah pusat nanti, bisa saja berpadu dalam satu muara: ada dorongan bertindak dan inovasi, berani mengambil risiko dan mengejar impian target APBD di Tahun Kuda Api [Fire Horse] ini

KEMARIN, saya iseng berbagi informasi tentang shio menurut kalender Cina. Tahun 2026 adalah Tahun Kuda Api (Fire Horse), dimulai saat Tahun Baru Imlek pada 17 Februari 2026, membawa energi panas, dinamis, perubahan cepat, dan dorongan untuk bertindak serta inovasi, cocok bagi yang berani mengambil risiko dan mengejar impian.

Hari ini tanggal 5 Januari 2026, hari pertama masuk kantor bagi instansi pemerintah, ditandai kegiatan apel terpusat oleh beberapa daerah

Dari beberapa informasi media, ada beragam pesan yang disampaikan para kepala daerah di apel itu. Ada yang menebar optimisme, memberi harapan dan jaminan tentang hak-hak ASN dan juga memberikan motivasi, tetapi ajakan meningkatkan disiplin paling dominan. Lagu lama yang tak jelas arahnya. Boleh saja ada hal-hal penting yang di sampaikan, yang memberi perspektif dan tantangan baru kinerja ASN karena lingkungan strategis yang berubah di tahun ini, tetapi luput dari angle media, entahlah. Yang pasti untuk sementara, tahun ini akan jadi tahun ikat pinggang paling legendaris dalam sejarah pemerintah daerah. Tentu termasuk di dalamnya para ASN. Semua itu karena sebab pemangkasan Dana Transfer ke Daerah [TKD] oleh pemerintah pusat.

Di lembaga mana saja, lingkungan strategis bisa berubah setiap waktu. Dan setiap perubahan itu mensyaratkan adanya respon yang tepat dan kreatif. Sudah sejak lama, dalam sejarah berpemerintahan di daerah, di apel-apel di setiap pekan, apalagi di kesempatan memulai tahun anggaran baru, selalu saja kata kuncinya adalah disiplin. Meski tak jelas konteks lingkungan strategisnya.

Jika disiplin itu diartikan sebagai sikap sadar untuk mentaati aturan yang berlaku, dan konteks tekanan disiplin di setiap apel ASN kita itu adalah untuk meningkatkan kinerja, maka pertanyaannya adalah bagaimana meletakkan konteks hubungan antara sikap berlaku disiplin dalam bekerja dengan dana kegiatan yang sangat terbatas akibat pemangkasan TKD tadi? Apakah yang di maksud disiplin adalah ASN harus masuk dan pulang kantor dengan absensi yang kaku dan ketat, meski tak ada pekerjaan dan kegiatan akibat kekurangan uang?

Yang lebih lucu, ada ajakan untuk meningkatkan etos kerja. Etos kerja apa maksudnya? Etos kerja adalah sikap dan pandangan tentang kerja yang telah melembaga dalam diri seseorang. Etos itu bukan proses yang sekali jadi. Bukan tiba-tiba bersemangat saja untuk bekerja. Etos itu nilai yang konsisten. Jika tak ada kerja, sepertinya ada sesuatu yang kurang, ada yang tak beres. Jadi, jika kegiatannya tak ada, atau sekurang-kurangnya tak banyak untuk durasi satu tahun anggaran, bagaimana kita memaknai dan memberi konteks pada ajakan meningkatkan etos kerja itu?

Hal-hal begini mestinya disiasati dengan hati-hati dan kreatif. Bahwa kinerja itu adalah output kerja. Ada output kerja karena ada kerja. Ada kerja karena ada kegiatan dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran [DPA], dan seterusnya. Jika alur logika ini tak terjadi, apa urgensinya ajakan meningkatkan etos kerja?

Celakanya, kita masih terformat dengan budaya birokrasi yang kaku, kata “disiplin” adalah senjata pemusnah paling efektif dan nyaris satu-satunya yang dipegang. Kita cenderung asal bicara, tak pernah pernah memberi perspektif yang sedikit kreatif. Di lingkungan budaya kerja birokrasi moderen, di era transformasi teknologi komunikasi yang luar biasa saat ini, berkinerja baik tak selalu paralel dengan “kehadiran” secara fisik tepat waktu, tak pernah terlambat berkantor.

Dulu, ketika berkesempatan memberikan perspektif dan motivasi kepada para CPNS Guru di hari pertama mereka menjadi ASN, saya bilang pada mereka bahwa hari ini menandai tonggak paling berharga, bersejarah dan monumental dalam hidup anda. Catat tanggalnya dan ingat bahwa sikap, perilaku, kultur dan kebiasaan hidup anda akan berubah drastis sejak hari ini. Dan itu akan berlangsung nyaris seumur hidup anda, ketika anda memutuskan menjadi ASN. Terikat dengan aturan yang “membelenggu”, masuk kantor di pagi hari dan pulang sorenya. Ini sudah rumus baku, dan itu membutuhkan daya adaptasi yang tinggi.

Maka konteksnya dengan fakta pamangkasan TKD ini bagi ASN, harus di letakkan secara tepat. Saya bercanda, maknanya bisa saja ada anjuran berpuasa sunat bagi ASN yang muslim, misalnya. Manfaatnya menjaga kesehatan, mengurangi konsumsi, melatih prilaku hidup positif, plus dapat pahala lagi.

Fakta shio dalam kalender Cina tadi, dan fakta pemangkasan TKD oleh pemerintah pusat nanti, bisa saja berpadu di muara yang sama: ada dorongan bertindak, ada inovasi, berani mengambil risiko dan mengejar impian target APBD di Tahun Kuda Api [Fire Horse] ini. Wallahua’lam(*)