Tandaseru – Kasus pembakaran Kantor Desa Hino, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, yang terjadi pada 24 November 2020 lalu hingga kini masih menjadi “pekerjaan rumah” bagi kepolisian setempat. Meski pucuk pimpinan Polres Pulau Morotai telah berganti sebanyak lima kali, pelaku berinisial JO yang diduga membakar habis fasilitas negara tersebut belum juga berhasil diringkus.
Berdasarkan catatan, suksesi kepemimpinan di Polres Morotai sejak peristiwa itu dimulai dari AKBP A’an Hardiansyah, AKBP Reza Pratidina, AKBP Agung Cahyono, AKBP Bobby Kusuma Ardiansyah, hingga kini dipimpin AKBP Dedi Wijayanto.
Informasi dari masyarakat setempat menyebutkan bahwa JO, yang sebelumnya melarikan diri ke dalam hutan, disinyalir kerap menampakkan diri di sekitar desa. Hal ini memicu pertanyaan publik terkait efektivitas pengejaran yang dilakukan selama hampir enam tahun terakhir.
Respons Kapolres Baru
Kapolres Pulau Morotai saat ini, AKBP Dedi Wijayanto, menegaskan pihaknya tidak tinggal diam. Ia memastikan kasus-kasus lama yang belum terungkap, termasuk pembakaran kantor desa ini, tetap masuk dalam agenda evaluasi dan pengejaran.
“Kasus pembakaran Kantor Desa Hino sudah cukup lama, namun kami tetap akan melihat dan mengevaluasi kasus-kasus lama yang memang belum terungkap. Pelaku terus kami buru,” tegas Dedi, Minggu (4/1/2026).
Dedi menambahkan, pihak kepolisian saat ini tengah mengintensifkan pengejaran terhadap pelaku kriminalitas di wilayah hukumnya, termasuk pelaku kasus pencurian yang dilaporkan melarikan diri.
Partisipasi Masyarakat Dinantikan
Mengingat adanya laporan bahwa pelaku JO sering muncul di desa, Kapolres mengimbau warga untuk berperan aktif memberikan informasi yang akurat guna mempercepat proses penangkapan.
“Kami meminta masyarakat segera melapor ke kantor polisi terdekat jika melihat pelaku berkeliaran di desa. Kami akan segera menindaklanjuti informasi tersebut,” pungkasnya.
Sebagai informasi, meski pelakunya belum tertangkap, aktivitas pelayanan publik di Desa Hino tetap berjalan normal. Pemerintah setempat telah membangun kembali gedung kantor desa yang baru untuk menggantikan bangunan yang hangus terbakar pada tahun 2020 silam.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.