Tandaseru – Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Barat, Maluku Utara, menerima bantuan hibah empat unit alat deteksi lahar dingin dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bantuan ini ditujukan untuk meningkatkan sistem peringatan dini bencana di sekitar Gunung Ibu.

​Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh pihak BNPB kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Halmahera Barat, Julius Marau, didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Barat, Gunawan MT. Ali, Kamis (13/11/2025).

​Sekda Halmahera Barat, Julius Marau, mengonfirmasi penerimaan bantuan tersebut. Menurutnya, alat deteksi ini sangat bermanfaat untuk kesiapsiagaan bencana di wilayahnya.

​”Ada empat unit alat deteksi lahar dingin yang dihibahkan ke BPBD Halmahera Barat,” sebut Julius.

​Dengan status hibah, lanjut Julius, peralatan tersebut kini menjadi aset milik Pemda Halmahera Barat. Konsekuensinya, Pemda berkewajiban penuh untuk melakukan pemeliharaan.

​”Tanggung jawab Pemda adalah pemeliharaan, karena ini sudah jadi milik Pemda, sehingga Pemda harus menyiapkan biaya pemeliharaan,” jelasnya.

​Julius merinci, keempat alat tersebut akan dipasang di sejumlah desa yang berada di sekitar kaki Gunung Ibu, tepatnya di wilayah Kecamatan Ibu Utara.

​Sebagai tindak lanjut, Pemda akan segera melakukan sosialisasi kepada aparat desa setempat.

“Dalam waktu dekat, kepala desa di Kecamatan Ibu Utara… akan diundang untuk kita coba sosialisasikan, agar peralatan itu dirawat,” katanya.

​Mantan Kepala BP3D Halmahera Barat ini juga menyampaikan terima kasih kepada BNPB. Ia menegaskan bantuan ini sangat vital untuk mendeteksi dan memberi peringatan potensi bencana secara cepat kepada masyarakat.

​Julius menjelaskan mekanisme kerja alat tersebut.

“Ketika sensor mendeteksi kondisi berbahaya, alat akan memicu sistem untuk mengirimkan peringatan berupa SMS atau mengaktifkan pengeras suara di area publik untuk memberikan pengumuman langsung kepada masyarakat,” pungkasnya.

Sahril Abdullah
Editor
Mardi Hamid
Reporter