Tandaseru — Morotai Mall di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, hingga kini belum dapat beroperasi meski pembangunannya telah rampung pada tahun 2024. Penyebabnya, belum ada satu pun toko atau brand yang bersedia masuk mengisi bangunan tersebut.
Akibat kondisi ini, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Pulau Morotai terpaksa harus menanggung biaya listrik yang cukup besar. Setiap bulannya, dinas membayar Rp 20 juta untuk biaya listrik, yang jika ditotal setahun mencapai Rp 240 juta, padahal mall tersebut belum menghasilkan pendapatan. Biaya listrik sebesar itu salah satunya disebabkan adanya dua unit eskalator.
Morotai Mall yang dibangun mulai Maret 2022 ini mencakup Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) dan bangunan Industri Kecil Menengah (IKM). Namun, pantauan di lokasi pada Kamis (30/10/2025) menunjukkan mall tersebut masih kosong melompong.
Plt Kepala Dinas Perindagkop-UKM Pulau Morotai, Ramlan Drakel, mengakui bahwa pihaknya bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Morotai masih terus berupaya mencari pengusaha atau brand yang tertarik mengisi mall.
“Kami masih mencari pasar atau brand yang mau masuk di mall ini, sampai sekarang belum ada yang masuk. Rencana tempat main anak-anak mau masuk di mall ini, kami terus mencari solusi untuk bangunan mall ini,” kata Ramlan kepada tandaseru.com.
Ramlan menegaskan, secara fisik bangunan Morotai Mall sudah sepenuhnya siap.
“Tinggal menunggu siapa yang masuk,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.