Tandaseru — Komunitas Cengkeh Afo and Gamalama Spices (CAGS) resmi berpindah lokasi. Tidak jauh dari lokasi awal, sekitar 500 meter, destinasi wisata yang berada di kelurahan Tongole, kecamatan Ternate Tengah, kota Ternate, Maluku Utara, itu sukses melaksanakan peresmian sentra kuliner wisata Cengkeh Afo.

Berlangsung di saung utama, sentra kuliner wisata yang dibangun CAGS itu diresmikan langsung Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman didampingi Kepala Dinas Pariwisata Maluku Utara Tahmid Wahab, Minggu (19/10/2025).

Tauhid mengapresiasi keberadaan CAGS memperkuat branding kota Ternate sebagai kota rempah.

“ini menjadi salah satu destinasi yang sangat unggul karena sudah lama berdiri dan sesuai informasi dari founder mereka sudah menerima 30 ribu kali kunjungan dan ada peningkatan setiap tahun mulai dari lokasi lama hingga lokasi baru,” tuturnya.

Dia menyarankan agar CAGS menyediakan tempat khusus sebagai pusat informasi yang menampilkan berbagai penghargaan yang sudah didapat oleh komunitas ini.

“Ini menjadi daya tarik dan branding komunitas,” katanya.

Disinggung mengenai support pemerintah kota, wali kota dua periode itu mengaku selalu dan akan terus mendukung dan melakukan kerja sama kelompok untuk kelancaran akses dan pemenuhan sarana prasarana dalam mendukung kenyamanan wisatawan wisata Cengkeh Afo.

“Pemkot selalu dan akan terus mendukung dan melakukan kerja sama kelompok untuk mendukung kelancaran akses pengunjung ke tempat wisata,” tandasnya.

Sementara itu, Founder CAGS Kris Syamsudin berterima kasih atas dukungan dari wali kota Ternate dan Dinas Pariwisata Maluku Utara serta BSI.

Menurutnya, CAGS selama ini menawarkan paket makan rimo-rimo, paket tur rempah di hutan Cengkeh Afo, juga live cooking sebagai daya tarik wisata.

“Semenjak pindah ke lokasi baru kami menawarkan atraksi wisata lain berupa panen durian bersama, panen cengkeh bersama hingga paket wisata malam karena kita sudah dibantu Pemkot Ternate dengan sarana prasarana akses jalan dan penerangan,” paparnya.

Di lokasi baru, Kris bilang mereka lebih bersemangat berinovasi dan melahirkan ide-ide baru. Namun, tetap mempertahankan kearifan lokal dan manfaatkan masyarakat lokal dalam mengembangkan kawasan tersebut.

“Di sini kami lebih leluasa. Penerimaan tamu bisa jauh lebih banyak dan ada atraksi wisata yang jauh lebih menarik. Semakin banyak guide yang membawa wisatawan ke hutan rempah, menceritakan berbagai sejarah yang pernah ada, karena kita punya perkebunan pala dan bunker dari Jepang,” terangnya.

Wisata Cengkeh Afo, sambung Kris, lebih dari sekadar objek wisata namun wadah edukasi bagi generasi Milenial dan Z. Sebab, belakangan adanya penurunan minat dari generasi muda dalam hal mempelajari dan melestarikan rempah-rempah sebagai identitas daerah.

Dia menambahkan, CAGS menargetkan pembukaan homestay di kawasan tersebut. Pasalnya, ada permintaan dari pengunjung yang ingin merasakan pengalaman berbeda.

“Kemungkinan dimulai 3 homestay berukuran kecil sehingga mereka bisa experience suara alam, suara burung, jangkrik di malam hari. Ini rencananya tahun depan semoga semua berjalan baik dan lancar ke depan sehingga bisa mendatangkan lebih banyak wisatawan di Ternate maupun Maluku Utara,” tandas Kris.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Ika Fuji Rahayu
Reporter