Tandaseru — Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, merespons keluhan warga kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, terkait sengketa lahan dengan TNI AU seluas 1.125 hektare di lingkar bandara Leo Wattimena. Sengketa lahan ini telah berlangsung selama 41 tahun belakangan.

Ketua Komite Perjuangan Masyarakat Lingkar Bandara (KPMLB) Luther Djaguna menyampaikan langsung persoalan tersebut kepada Wapres saat meninjau proyek talut desa Joubela, kecamatan Morotai Selatan, Rabu (15/10/2025).

“Saat kami sampaikan soal sengketa lahan ini, Pak Wapres Gibran juga kaget dan sampaikan akan bantu lanjutkan penyelesaian masalah ini,” ujar Luther.

Menurut Luther, Wapres menyatakan akan membawa masalah ini ke meja negara untuk melihat dan mempelajari lebih dulu.

“Sampai sekarang (lahan) diklaim TNI AU. Tetapi hak masyarakat belum pernah dibebaskan, jadi warga lingkar bandara sebagai korban kurang lebih 300 KK. Nanti sampai Ternate ketemu dengan Sultan akan lebih jelas lagi masalah lahan ini,” tandasnya.

Sahril Abdullah
Editor
Irjan Rahaguna
Reporter