Tandaseru — Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka melanjutkan kunjungan kerjanya di provinsi Maluku Utara, Kamis (16/10/2025). Pada hari kedua tersebut, Wapres mengunjungi kabupaten Halmahera Barat.

Kunjungan Gibran di Halbar seakan menjadi nostalgia atas kunjungan ayahnya, Presiden Joko Widodo, pada 28 September 2022. Saat itu Jokowi meninjau pembangunan pasar Jailolo. Dalam kunjungan kali ini, Gibran juga meninjau aktivitas di pasar yang telah dibangun tersebut.

Kedatangan Wapres di pasar Jailolo didampingi Bupati dan Wabup Halbar, James Uang dan Djufri Muhamad, serta Sekretaris Daerah Julius Marau. Wapres disambut meriah warga dan pedagang pasar yang antusias ingin melihat langsung sosok Wapres muda tersebut. Suasana pasar pun mendadak ramai oleh warga yang berebut menyapa dan mengabadikan momen bersama Gibran.

Dalam kunjungannya, mantan Wali Kota Solo itu menyempatkan diri berbincang dengan beberapa pedagang dan meninjau langsung sejumlah lapak yang menjual bahan pokok. Gibran tampak santai berjalan di antara para pedagang sambil menanyakan harga kebutuhan pokok dan kondisi pasar.

Usai berkeliling dan menyapa warga, Wapres Gibran melanjutkan agenda kunjungan kerjanya di kota Ternate.

Bupati James saat dikonfirmasi menyampaikan, atas nama Pemerintah daerah dan seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih atas kunjungan Wapres di Halmahera Barat.

“Dan secara pribadi saya juga berterimakasih, di era pemerintahan JUJUR dua kali hadir di periode pertama Presiden Jokowi dan sekarang Wakil Presiden Gibran,” ungkap James.

Bupati dua periode ini menjelaskan, ia telah menyampaikan kebutuhan daerah yang membutuhkan sentuhan pemerintah pusat. Menanggapi hal tersebut, dua usulan yang menjadi prioritas Wapres adalah pasar lama diubah menjadi terminal, serta ruas jalan Matui-Tataleka dan Kedi-Jangailulu.

“Wapres telah memerintahkan agar segera memasukkan proposal dan sudah diserahkan ke protokolernya. Wapres akan memperjuangkan dua itu, terminal dan jalan, dan usulan yang lain seperti bencana alam. Dua prioritas itu akan diban

gun di 2026, dan beliau juga menyampaikan ketika sudah balik akan dilakukan rapat bersama dengan kementerian terkait dan akan disampaikan sesuai yang dimasukkan,” pungkas James.

Ika Fuji Rahayu
Editor
Mardi Hamid
Reporter