Tandaseru — Sidang Sinode ke-lV Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH) Provinsi Maluku Utara, di Desa Leo Leo Rao, Kecamatan Pulau Rao, Kabupaten Pulau Morotai, resmi dibuka, Rabu (8/10).
Kegiatan ini dihadiri pula Wakil Bupati Morotai Rio Christian Pawane didampingi Wakil Ketua TP-PKK Pulau Morotai Mery Sandig, Bupati Halmahera Barat James Uang, anggota DPRD Morotai serta para tokoh Sinode GMIH.
Dalam sambutannya Rio Christian menyampaikan rasa syukur dan sukacita karena Pulau Morotai, khususnya Pulau Rao dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan sidang sinode tahun ini.
“Atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Kabupaten Pulau Morotai, saya menyampaikan yang tulus kepada seluruh peserta sidang, para hamba tuhan telah hadir di Bumi Moro yang kita cintai ini,” ucapnya.
Rio juga menyampaikan apresiasi atas semangat dan antusiasme para peserta yang telah menempuh perjalanan panjang menuju Pulau Rao.
Apalagi untuk dapat tiba di Pulau Rao bukanlah perjalanan yang mudah, karena harus melalui rute panjang dan medan laut yang menantang.
“Kehadiran ini sungguh kami hargai dan menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Morotai,” ucapnya.
Ia juga mengutip tema sidang sinode yakni, “Hiduplah sebagai terang yang membuahkan kebaikan, keadilan, dan kebenaran,” sebagai pesan penting peran GMIH sebagai terang bagi bangsa dan daerah.
Sebab itu, dia berharap GMIH terus hadir sebagai gereja yang menebarkan kasih, memperjuangkan keadilan, serta membawa damai sejahtera bagi semua orang.
“Pemerintah daerah akan terus bersinergi dengan lembaga keagamaan dalam membangun masyarakat yang beriman, berkarakter, dan berdaya saing,” cetusnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta sidang sinode agar dalam kegiatan ini tidak hanya bersidang dan bersekutu, tetapi juga menikmati keindahan alam Pulau Rao dan Morotai yang penuh pesona.
“Selamat bersidang kepada seluruh peserta. Semoga Sidang Majelis Sinode ke-IV GMIH Tahun 2025 ini berjalan dengan baik, menghasilkan keputusan-keputusan penting bagi kemajuan gereja, serta memperkuat kerja sama antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun daerah yang damai, adil, dan sejahtera,” tandasnya.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.