Tandaseru –– Bupati Halmahera Barat, Maluku Utara, James Uang, meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lebih kreatif mendongkrak potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) seiring adanya pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) oleh pemerintah pusat.
Bupati James saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (30/9/2025), mengungkapkan tahun depan akan ada pemangkasan dana TKD Halbar sebesar Rp 203,9 miliar oleh pemerintah pusat.
“Jadi dalam kondisi begini SKPD pengelola PAD harus putar otak untuk mencari uang. Karena kondisi begini kalau kita tidak punya langkah antisipasi menutupi yang dipotong oleh pemerintah pusat maka akan banyak program yang terganggu tahun depan,” ungkapnya.
James membeberkan, Rp 203,9 miliar bagi kondisi Halmahera Barat sangat signifikan jumlahnya. Berdasarkan dengan pengurangan, tersebut pemerintah daerah akan merumuskan kebijakan anggaran.
“Nantu kita akan lihat program mana yang harus dijalankan sesuai dengan prioritas,” ucapnya.
Ia mengatakan, pemotongan ini merupakan kebijakan pemerintah pusat dan anggarannya untuk membiayai program strategis nasional, seperti makan bergizi gratis (MBG), Sekolah Rakyat dan sebagainya yang ada dalam program Pempus.
“Ini yang membuat sejumlah anggaran yang dari pusat ke daerah itu di pangkas,” terangnya.
James bilang, pemangkasan ini dilakukan bukan hanya di Halbar, namun terjadi di seluruh Indonesia. Pemprov Malut, misalnya, kena pangkas kurang lebih Rp 700 miliar, sementara Halmahera Tengah kurang lebih Rp 400 miliar. Pemotongan itu berdampak pada menurunnya dana bagi hasil (DBH), dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus (DAK), dan DAU mandatori.
“Contoh seperti DAU mandatori kesehatan tahun ini kurang lebih Rp 60 miliar, tahun depan tersisa Rp 9 miliar,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.