Tandaseru — Satu dari tiga unit armada longboat pengangkut sampah laut milik Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Ternate, Maluku Utara, mengalami kerusakan parah.
Akibatnya, armada longboat yang dibagi zona pembersihan laut, yakni zona Ternate Tengah, Utara, dan Selatan, hanya bisa beroperasi dengan dua unit armada saja.
“Itu (longboat) rusak karena dihantam ombak kuat, saat musim ombak antara November-Desember tahun lalu (2024). Body-nya robek, mesinnya juga rusak,” kata Sofyan Ahmad (28 tahun) salah satu petugas pengangkut sampah laut zona Ternate Tengah.
Menurutnya, saat musim ombak, dua armada pengangkut sampah laut tidak dapat bertambat labuh di pangkalannya, sebab sedang dilakukan perbaikan jembatan Kelurahan Makassar Timur.
Kondisi itu, membuat lokasi tambat labuh armada longboat termasuk milik nelayan menjadi tidak aman dari amukan cuaca buruk.
“Jadi kalau boleh, dinas (DKP) bisa ganti armada baru biar semua bisa beroperasi,” pintanya.
Sofyan mengaku, meski tidak ada armada lagi karena rusak, dirinya bersama 3 anggota petugas pengangkut sampah laut lainnya tetap melaksanakan tugasnya seperti biasa.
Mereka bergantian menggunakan satu armada yang tersisa. Kebetulan juga, armada yang dioperasikan 4 petugas lainnya ini memiliki zona operasi yang berdekatan.
“Jadi kalau mereka belum keluar (operasi) kami yang keluar. Biasanya hari sabtu-minggu. Kalau senin sampai jumat itu kita di dalam sini,” ungkapnya sambil menunjuk sampah yang tersangkut jaring besar di bawah rumah panggung lingkungan Lelong, Makassar Barat.
Ditanya soal upah sebagai petugas pengangkut sampah laut, Sofyan dan satu rekannya menyebutkan mereka dibayar DKP Kota Ternate Rp 750 ribu perbulan.
Upah kecil itu diminta supaya bisa dinaikkan genap menjadi Rp 1 juta. Selain itu, mereka meminta agar DKP bisa memberikan tambahan peralatan, berupa mantel hujan, sarung tangan, dan jaring sampah yang lebih kuat.
“Dulu pernah ada pembagian mantel, cuma sudah rusak,” kata salah satu petugas yang lain.
Untuk diketahui, DKP Kota Ternate mengadakan tiga unit armada pengangkut sampah laut dengan kapasitas satu buah mesin 15 PK untuk masing-masing unit.
Tiga armada ini mulanya dibagi ke tiga zona, namun untuk zona Ternate Selatan terjadi perebutan antar petugas yang ingin mengelolanya sehingga dua unit akhirnya difokuskan masuk ke zona Ternate Tengah.
Satu unit armada lain, ditugaskan untuk operasi pembersihan pesisir dan laut zona Ternate Utara dengan pangkalan di Kelurahan Sangaji, Ternate Utara.
Untuk setiap unit armada, diberi tanggung jawab operasional kepada 4 petugas.
Kegiatan ini dibuat DKP Kota Ternate untuk mendukung program prioritas Wali Kota Ternate dan Wakil Wali Kota Ternate, H. M Tauhid Soleman dan Nasri Abubakar dalam penanganan masalah sampah di Kota Ternate, khususnya pada wilayah pesisir dan laut.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.