Tandaseru — Seorang guru SMP berinisial F di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, diduga mencabuli lima siswanya.

Kasus tersebut baru terungkap saat korban mendatangi kepala sekolah dan meminta izin mengakses CCTV sekolah. CCTV itu bakal dijadikan bukti tindakan pencabulan oknum guru itu.

Berdasarkan data yang dikantongi, korban rata-rata berusia 15 tahun. Tiga korban duduk di kelas 2, dan dua korban duduk di kelas 3.

Tika, kepsek, ketika diwawancarai tandaseru.com membenarkan adanya laporan para siswa. Menurut salah satu korban, pelaku melancarkan aksinya pada waktu dan lokasi berbeda.

“Jadi saya tanya di korban, mereka mengaku benar adanya pencabulan itu. Sementara saya di rumah siswa untuk investigasi kasus ini. Jadi siswa yang lapor ke saya terkait siapa saja korban,” ungkapnya, Senin ( 15/9/2025).

Ia mengatakan, jika hal ini terbukti, dirinya selaku kepsek sangat menyayangkan. Sebab seorang guru seharusnya menjadi tenaga pendidik, bukan merusak masa depan siswa.

“Jadi saya masih terus meminta keterangan dari siswa dan orang tua. Jika memang itu terbukti, saya serahkan ke Dinas Pendidikan,” tegasnya.

Tika memaparkan, informasi dugaan pelecehan itu baru diterimanya Jumat pekan lalu. Saat itu salah satu korban mendatangi ruang kerjanya dan meminta izin mengakses rekaman CCTV.

“Kemudian saya tanya apa keperluan untuk melihat CCTV? Tapi mereka masih belum mengaku terkait apa yang mereka alami,” tuturnya.

Merasa ada yang janggal, Tika lantas mengecek sendiri rekaman CCTV yang terpasang di sekolah. Anehnya, selama tiga hari CCTV tidak aktif.

“Mulai dari hari Rabu, Kamis sampai Jumat CCTV itu tidak merekam segala aktivitas atau kejadian yang ada di sekolah sehingga saya tidak mendapatkan bukti apa-apa,” terangnya.

Tika pun perlahan-lahan membujuk para siswa agar mengungkapkan apa yang terjadi pada mereka.

“Nah, ternyata salah satu siswa mengaku kalau oknum guru ini melakukan tindakan itu,” ungkapnya.

Setelah menerima pengakuan korban, Tika pun menanyakan ke korban-korban lain. Semua korban akhirnya mengakui.

“Kemudian di hari Sabtu saya koordinasi ke salah satu guru untuk menginterogasi ulang ke korban, tapi jawabannya tetap yang sama, benar adanya dugaan pencabulan, dan kasus ini saya serahkan ke Kepala Dinas Pendidikan,” pungkasnya.

Sahril Abdullah
Editor
Irjan Rahaguna
Reporter