Tandaseru — Inspektorat Kota Ternate, Maluku Utara, menargetkan level III pada penilaian maturitas penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) terintegrasi Pemerintah Kota Ternate untuk semua parameter di tahun 2025 ini.
Kepala Inspektorat Kota Ternate, M. Ali Gani Arif mengatakan, maturitas penyelengaraan SPIP terintegrasi itu terdiri dari SPIP, Manajemen Risiko, Kapabilitas APIP dan Indeks Efektivitas Pengendalian Korupsi (IEPK).
Pada penilaian tahun 2024, Pemerintah Kota Ternate sudah mencapai level III (terdefinisi) pada penilaian tiga parameter, kecuali IEPK yang masih level II (dua) atau berkembang.
“Tahun ini target kami semua parameter itu Pemerintah Kota Ternate di level tiga, termasuk IEPK,” kata Ali, Sabtu (30/8/2025).
Ali menjelaskan, penilaian penyelenggaraan maturitas SPIP terintegrasi merupakan tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang SPIP.
Penilaian nanti hasilnya berupa level maturitas SPIP Pemerintah Kota Ternate, yang dilakukan secara bertahap, mulai dari penilaian mandiri yang dilakukan asesor di seluruh OPD yang sudah ditetapkan oleh SK Wali Kota Ternate.
“Setelah asesor melakukan penilaian mandiri SPIP di masing-masing OPD kemudian setelah itu dilanjutkan penjaminan kualitas oleh Inspektorat,” jelasnya.
Penjaminan kualitas oleh Inspektorat itu, lanjutnya, tidak pada semua OPD tetapi hanya beberapa OPD yang menjadi sampel atau 30 persen dari sasaran strategis yang nantinya menjadi sampel.
Setelah Inspektorat melakukan penjaminan kualitas, baru selanjutnya akan dilakukan evaluasi di akhir oleh BPKP.
“Dari hasil evaluasi itu baru akan keluar kita punya nilai apakah masih tetap di level tiga atau turun atau mungkin akan meningkat,” jelasnya.

Penilaian mandiri maturitas penyelenggaraan SPIP terintegrasi Pemerintah Kota Ternate, kata dia, sudah berlangsung selama tiga hari di Kantor Inspektorat Ternate, dan diikuti semua asesor dari OPD-OPD di lingkungan Pemerintah Kota Ternate.
“Nah selama tiga hari itu mereka datang ke Inspektorat di hari pertama itu 15 OPD, hari kedua juga 15 OPD dan hari terakhir itu sisanya termasuk dengan kecamatan,” jelasnya.
Usai penilaian mandiri, Senin pekan depan, kata dia, Inspektorat mulai melakukan penjaminan kualitas yang setelahnya akan diserahkan ke BPKP kemudian BPKP melakukan evaluasi atas penyelenggaraan SPIP terintegrasi ini.
Tinggalkan Balasan