Tandaseru — Komisi III DPRD Pulau Morotai, Maluku Utara, menyoroti kondisi jalan nasional di kabupaten itu yang kian memprihatinkan. Apalagi, jalan tersebut baru-baru ini merenggut nyawa seorang pengendara motor.
Anggota Komisi III Sherly Djaena menilai, jalan hotmix yang dikerjakaan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Maluku Utara asal-asalan.
“Kondisi jalan di Morotai rusak berlubang, perlu diperhatikan serius. Kemarin ada pengendara motor kecelakaan dan meninggal dunia karena kondisi jalan terdapat kerikil berhamburan,” ungkap Sherly kepada tandaseru.com, Senin (17/3/2025).
Menurutnya, kerikil berhamburan di sejumlah titik bahu jalan karena setiap tanjakan gunung tidak ada selokan yang mengantisipasi luapan air dari gunung.
“Sehingga begitu hujan air meluap dan kerikil berhamburan, akhirnya terjadi kecelakaan. Yang saya pertanyakan balai jalan provinsi atau konsultan nggak mengawasi ini,” tegasnya.
Lebih aneh lagi, politikus PSI ini bilang, jalan nasional di lima kecamatan ini baru selesai dikerjakan namun sudah rusak mengelupas hingga berlubang.
“Sudah mulai rusak antara desa Wayabula ke desa Tutuhu, Morotai Selatan Barat, jadi kualitas aspal ini harus dipertanyakan,” timpalnya.
Ia berharap DPRD provinsi melihat kondisi jalan nasioan di Pulai Morotai yang dikerjakan, sebab patut diduga ada permainan pada kualitas materialnya.
“Kualitas aspalnya asal-asalan, ini terjadi di seluruh kabupaten Pulau Morotai. Bahkan di tahun 2022 saya sudah pertanyakan juga di balai jalan provinsi, jalan di Morotai bagian selatan barat dan Morotai Jaya banyak yang amblas,” akunya.
“Jadi, mohon DPRD provinsi perhatikan kualitas jalan aspal di Morotai yang rusak berlubang sering terjadi kecelakaan supaya jangan lagi ada korban selanjutnya,” tandas Sherly.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.