Tandaseru — Seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Sekretaris Daerah (Sekda) Halmahera Barat, Maluku Utara, memasuki tahapan asesmen.

Seleksi tersebut dilaksanakan 5-6 Maret 2025, diikuti 3 peserta yang sudah dinyatakan lolos seleksi administrasi.

Ketiga peserta itu ialah Julius Marau, yang saat ini menjabat Pj Sekda Halmahera Barat, Andi Ronikus Pilly yang menjabat Kepala Kantor Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Halmahera Barat, serta Deni Kasim, Asisten III Setda Halmahera Barat.

Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKD) Halmahera Barat, Fransiska Renjaan, saat dikonfirmasi, Rabu (5/3/2025), menyampaikan sesuai jadwal yang sudah ditetapkan, asesmen dilaksanakan selama 2 hari.

Mantan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Halmahera Barat ini mengatakan, dalam seleksi tersebut para peserta diuji li. asesor dari BKN Pusat dua orang dan tiga orang dari BKN Regional Manado.

Sedangkan pada 7 Maret, sambung Fransiska, masuk tahapan penulisan makalah dan wawancara oleh Panitia Seleksi (Pansel) yang terdiri dari Rektor Universitas Khairun Ternate Dr. M. Ridha Ajam, M.Hum, Dosen Unkhair Prof. Husen Alting dan Rektor STPK Banau Dr. Abdurrahman Hoda.

“Ditambah dengan Kepala BKD Provinsi Maluku Utara, Miftah Baay dan Kepala Biro organisasi M. Jamdi Tomagola,” sebutnya.

Terpisah, Asesor SDM Aparatur Ahli Utama, Dr. Purwanto, yang juga Ketua Tim Asesmen, menyatakan pada tahapan asesmen ini para peserta diuji dengan penyelesaian analisis kasus, wawancara serta presentasi.

“Jadi, metode yang kita gunakan adalah metode komplek. Metode komplek itu paling nggak tidak lebih dari tiga simulasi. Kenapa itu menjadi penting, karena semakin detail kita tahu mereka. Semakin tahu posisi mereka, semakin tahu kapasitas masing-masing. Nah setelah itu kompetensi teknis kewenangan pansel, kami hanya terbatas pada kompetensi manajerial,” tuturnya.

Purwanto menjelaskan, tiga simulasi tersebut akan mengukur sembilan kompetensi, di mana masing-masing kompetensi memiliki parameter yang berbeda-beda.

“Mulai dari pengambilan keputusan, manajemen suatu perubahan, ya macam-macam itu, sehingga bobotnya terdistribusi pada masing-masing simulasi tadi. Nanti terintegrasinya pada saat asesor meeting, bagaimana analisis kasus, bagaimana presentasinya, itu baru terintegrasi. Itulah skor nilai akhir yang nanti kita sampaikan,” pungkasnya.

Sahril Abdullah
Editor
Mardi Hamid
Reporter