Tandaseru — Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Barat, Maluku Utara, Novelheins Sakalaty, angkat bicara terkait laporan dan tuntutan aksi Sentrum Mahasiswa Indonesia (SEMAINDO) Halmahera Barat ke Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) Selasa (25/2/2025) kemarin.
Dalam siaran pers yang diterima tandaseru.com, Kamis (27/2/2025), Novelheins menyentil sejumlah poin dalam laporan Semaindo, yakni progres pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama, pagu anggaran air bersih di lingkungan RS Pratama senilai Rp 983 juta, operasiaonal tenaga kesehatan non ASN sebesar Rp 6,5 miliar dan insentif dokter di puskesmas.
Novelheins mengatakan, saat ini tahapan pekerjaan Rumah Sakit Pratama Halmahera Barat sudah mencapai 40 persen.
“Dan pembayarannya juga sudah 40 persen. Selanjutnya pembangunan RS Pratama akan dilanjutkan pada tahun 2025 ini,” ujar Novel.
Terkait sumur bor, Novel menyebut sumur bor di RS Pratama bukanlah sumur bor biasa. Pembuatan sumur dengan pagu anggaran Rp 900 juta itu dilengkapi komponen yang sesuai dengan standar rumah sakit.
“Semua pembiayaan tercantum dalam kontrak dengan pihak rekanan beserta harga satuan yang sesuai dengan peruntukannya,” jelasnya.
Sementara untuk operasional tenaga kesehatan non ASN sebesar Rp 6,5 miliar yang disebut tanpa dasar hukum, kata Novel itu tidak benar. Menurutnya, yang benar ialah insentif dokter yang sesuai dengan SK bupati.
“Insentif dokter puskesmas yang dibayarkan setiap bulan ada dalam DPA Dinas Kesehatan, jadi mana mungkin kami membayar tanpa dasar hukum. Lagian tenaga dokter kan sangat dibutuhkan untuk memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat yang merupakan implementasi salah satu program prioritas bupati dan wakil bupati yaitu Halbar Sehat,” terangnya.
Novel mengaku dirinya tidak anti kritik. Untuk itu, ia memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang tergabung dalam Semaindo. Ia menuturkan, selaku generasi penerus Halmahera Barat, Semaindo bertanggung jawab melakukan kontrol sosial yang kritis.
“Bagi kami ini adalah multivitamin untuk bagaimana bisa mengambil keputusan yang mengedepankan kepentingan masyarakat, karena sesungguhnya tugas dan tanggung jawab membangun Halbar yang kita cintai semua adalah tanggung jawab bersama dan hanya orang bijak serta bertanggung jawab seperti adik-adik generasi penerus pembangunan Halbar (Semaindo) yang akan terus mengambil peran kontrol sosial kritis untuk kemajuan Halmahera Barat yang lebih baik ke depan,” pungkasnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.