Tandaseru — Kian mudanya usia anak memegang ponsel saat ini tampaknya perlu diperhatikan. Pasalnya, anak-anak kini makin mudah terpapar media sosial, bahkan ada yang hingga kecanduan.

Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pasifik Pulau Morotai, Maluku Utara, Amrin Sibua, menyatakan dalam persoalan ini perlu adanya pendampingan yang dilakukan orang tua maupun guru-guru di sekolah.

“Media sosial, baik Facebook, Instagram, Tiktok, Youtube dan lainnya saat ini seakan telah menjadi sarana bermain dan berinteraksi bagi anak,” ucap Amarin kepada tandaseru.com, Jumat (7/2/2025).

Menurutnya, hal ini bisa menimbulkan efek negatif jika tidak didukung pengawasan dan pendampingan dari guru dan orang tua sebagai role model bagi anak/siswa.

Selain itu, Amrin bilang, perlu adanya modifikasi lingkungan tempat di mana anak-anak bermain dan berinteraksi, baik lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan sosial lainnya.

“Yang setiap saat anak atau siswa bersosialisasi dan berinteraksi dengan teman sebayanya. Sebab, dalam lingkungan interaksi sosial siswa sehari-hari dihadapkan pada tiga lingkungan yang potensial kondisi pada masing-masing lingkungan tersebut bisa menghasilkan dampak positif dan negatif bagi anak/siswa, yakni lingkungan keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat secara umum, yang semua itu tidak bisa berdiri sendiri, satu sama lain saling berkaitan,” jelasnya.

Karena itu, ia menegaskan dibutuhkan pengawasan dan pendampingan dari semua stakeholder, terutama orang tua untuk memastikan anak tidak kecanduan menggunakan smartphone.

“Saat ini khususnya di Kabupaten Pulau Morotai kerap kali anak bisa mengakses situs-situs yang sejatinya tidak harus diakses oleh anak,” ungkapnya.

Saat ini, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) RI akan membuat kebijakan pembatasan akun anak di medsos agar anak-anak bisa menggunakan media sosial sesuai kebutuhannya.

“Tentu kebijakan tersebut juga membutuhkan dukungan dari semua pihak terutama pemerintah daerah, khususnya pihak keluarga orang tua dan sekolah,” cetusnya.

Namun yang terpenting, kata Amrin, peran orang tua atau bahkan guru bisa mengatur waktu/jam penggunaan handphone bagi anak di rumah dan di sekolah.

“Jika tidak, kebijakan pembatasan akun anak di medsos tak akan memberikan dampak dalam meminimalisir kecanduan anak dalam menggunakan media sosial yang pada akhirnya bisa mengakibatkan pada menurunnya prestasi dan minat belajar/membaca anak,” pungkasnya.

Sahril Abdullah
Editor
Irjan Rahaguna
Reporter