Kondisi gangguan pelayanan penyeberangan ini kata Agus, bisa membuat pekerja jasa angkutan seperti dirinya mengalami kerugian. Sebab, ada banyak muatan seperti kopra, tidak dapat diseberangkan dan itu mempengaruhi pendapatan mereka.
“Ini kami muat kelapa kopra, ada tujuan ke Tobelo, Ternate dan Manado, karena ada sekitar satu ton satu mobil, jadi kami sangat rugi waktu juga, tapi pihak ASDP suruh tunggu saja,” keluhnya.
“Kami seminggu rugi pengeluaran. Apalagi kita kasih tinggal anak bini mengharapkan uang dari kami, tapi pekerjaan kami terhambat,” sambung dia.
Agus bilang, mereka para sopir pun bingung dengan pihak ASDP yang terkesan tidak mampu menangani persoalan tersebut.
”Kapal di Ternate banyak sekali, tapi ASDP tidak ambil tindakan. Inikan aneh, kami sebagai masyarakat awam heran dan pelayanan seperti cuek saja,” pungkasnya.




Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.