Abd Majid menjelaskan, terkait dengan komitmen peningkatan pelayanan, Kota Tidore melalui dinas teknis baik RSUD maupun Dinas Kesehatan beserta  jajaran di seluruh puskesmas memiliki komitmen untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik buat masyarakat Tidore.

“Sehingga komitmen ini tetap kami jaga dan ini akan ditujukan kepada seluruh masyarakat di wilayah Kota Tidore. Kami juga mohon maaf kepada keluarga besar yang berduka dan mohon maaf kepada seluruh masyarakat Kota Tidore apabila dalam pemberian pelayanan kesehatan yang diberikan masih terdapat kekurangan. Ini semua akan menjadi catatan buat kami untuk teurs memperbaiki dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kota Tidore sebagaimana visi dan misi pimpinan di kota Tidore. Kami juga membutuhkan koreksi dan dorongan serta saran kebaikan agar bisa memberikan dan mengoreksi pelayanan yang dianggap belum sempurna tidak hanya untuk masyarakat Oba tetapi kami berharap di seluruh masyarakat di  Kota Tidore,” ucap Abd Majid.

“Satu hal yang penting dari masalah ini adalah menjadi satu catatan poin penting buat kami yang ada di sektor kesehatan untuk menjadi satu bahan kritika dan masukan untuk kedepannya bisa lebih memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat Kota Tidore,” tandasnya.

Sebelumnya, dr. Fahrul dituding enggan melayani pasien kritis asal desa Kosa, Asri Kasman, lantaran mempersoalkan surat rujukan pasien. Akibat penundaan pelayanan kesehatan, pasien akhirnya meninggal dunia.