Senada dengan itu, Kace salah satu warga lainnya mengatakan, andai saja siswa SD Inpres tidak dipindahkan maka bangunan sekolah ini tidak akan rusak seperti sekarang.
“Jadi lebih baik sekolah di dalam desa dari pada jauh dari desa, baru taruh di tengah hutan lagi, karena sekolah inpres di desa ini masa depannya anak-anak lebih bagus,” katanya.
Keberadaan SD Inpres yang berlokasi di dalam kampung kata dia justru sangat efektif, karena selain siswa dapat dikontrol guru, ada juga peran aktif kontrol orang tua.
“Jadi, kalau mobil yang antar anak-anak ke sekolah rusak terpaksa bajalang kaki, dari jarak kampung hampir satu kilo,” tukasnya.
“Hampir setiap anak sekolah alami, kalau pigi sekolah atau pulang sekolah mobil sering kehabisan BBM, torang punya anak-anak jalan kaki, terus kalau jalan kaki anak tara mau sekolah karena jauh,” tuturnya.
Ia pun berharap para siswa bisa kembali belajar di SD Inpres yang dinilai lebih efektif dari pada sekolah unggulan.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.