“Inshaa Allah saya tetap bersama Pak Sultan,” tandasnya.

Senada, tokoh masyarakat Muhammad Jen menyatakan program lumbung pangan yang dicetuskan pemprov di Subaim dan sekitarnya hanya wacana semata.

Muhammad Jen saat menyampaikan unek-uneknya pada Sultan Husain Alting Sjah. (Tandaseru/Ika Fuji Rahayu)

“Tapi sampai detik ini tidak pernah satu program pun yang turun dan menyentuh, tidak ada. Dulu pada zaman 90-an Subaim Wasile mengeluarkan beras berton-ton ke Ternate, Tobelo, dan sekitarnya. Tapi hari ini malah banyak macam beras masuk ke sini dengan berbagai macam merk. Ini membuat saya berpikir ngapain ada transmigrasi di sini? Untuk apa ada program pemerintah kalau kemudian orang lain kasih makan pa torang di sini?” ujarnya di hadapan Sultan Husain.

Ia pun menyarankan adanya regulasi yang lebih baik terkait kerja sama pemerintah provinsi dan kabupaten/kota agar produksi beras Subaim bisa kembali berjaya.

“Saya yakin Pak Sultan dan tim lebih tahu bagaimana menyelamatkan sawah-sawah kita,” pungkasnya.

Sultan Husain usai mendengar penyampaian warga menyatakan salah satu program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto adalah ketahanan pangan. Program itu akan dikawal implementasinya hingga ke daerah. Dengan dukungan pemerintah pusat, bakal lebih mudah menghidupkan lumbung pangan di Maluku Utara.

“Saya sudah pernah ke Subaim ketika masih kuliah hingga jadi pegawai. Waktu itu kitorang lihat sawah hijau di mana-mana. Tapi itu so tara tahu di mana. Sekarang ini lebih banyak lahan-lahan kosong. Pemerintah hampir kehilangan fokusnya menata barang ini,” tuturnya.