Kami yang mendengar itu kemudian mengamininya. Saya yang duduk di depan Sarjono langsung menjabat tangannya.
Tak berselang lama datanglah Ustaz MK beserta rombongan. Kami kemudian bergegas bersiap-siap ke arena pengundian karena jam sudah menjelang pukul 15:00 atau jam 3. Karena KPUD menelpon ke LO kami bahwa kami diberi toleransi sampai jam 3 sore. Kami tiba di tempat acara tepat jam 3 sore.
Prosesi undian pun berlangsung. Pasangan kami dengam slogan MK-BISA akhirnya mendapati nomor urut 3. suasana gembira para pendukung yang hadir begitu riang. Wajah penuh bahagia itu memancar, mereka meyakini bahwa ini angka ganjil. Angka 3 ini sangat sakral. Angka 3 ini membuat pidato Ustaz MK pada sambutan pengundian itu sebagai pidato terbaik dari semua calon gubernur. Angka nomor urut 3 ini juga pernah didapat oleh Ustaz AGK saat pertarungan Pilkada 2018 di saat itu ada empat pasangan calon. Dan Ustaz AGK keluar sebagai pemenangnya.
Acara pun usai, kami semua balik dan salat Ashar di masjid Guraping. Selesai salat saya dan Ustaz MK ke Posko. Tapi Pak Gub MK tidak lama, beliau hanya berjabat tamgan sebentar lalu menuju ke pelabuhan untuk kembali ke ternate.
Saat itu tak terlihat Sarjono. Saya meminta salah satu tim agar jemput Sarjono. Datanglah Sarjono, kami memuji dia karena kata-kata dia terbukti kami terundi nomor urut 3.
Saya mencium tangannya. Kemudian saya bertanya pada Sarjono dalam bahasa Tidore. “Mega yang gahi sebab om Jono waje ngom MKBisa No urut range?” (apa yang menyebabkan Pak Jono menyebut no urut MK-BISA no 3?). Dia lalu menceritakan bahwa dia menyebut angka tiga itu keluar dari mulutnya karena mendengar kabar dari saya bahwa Pak Ustaz MK speedboat-nya mogok di depan desa Gita lalu turun ke Gita naik mobil. Di situlah katanya meyakini MK-BISA akan memperoleh nomor urut 3. Karena kata GITA itu jika diacak akan tertulis kata TIGA.
Semoga kemenangan bersama kita. (*)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.