Mantan Kepala BKD itu mengaku, stunting tidak hanya mengenai pertumbuhan anak yang terhambat. Namun juga berkaitan dengan perkembangan otak yang kurang maksimal. Hal ini menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang di bawah rata-rata, dan bisa berakibat pada prestasi sekolah yang buruk.

“Stunting juga memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya,” tuturnya.

Bahkan, stunting dan kekurangan gizi pada balita berkontribusi pada berkurangnya 2-3% Produk Domestik Bruto setiap tahunnya.

Ia berharap kerja sama semua pihak untuk penanganan stunting di Halmahera Tengah.

“Saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh stakeholder, PT Indonesia Weda Bay Industrial Park, dan seluruh komponen masyarakat, perangkat pemerintah daerah, dan segenap elemen pemangku kepentingan atas kerja sama dan dukungannya, dalam upaya penanggulangan dan pencegahan stuting di daerah yang sama-sama kita cintai ini,” tandasnya.