“Mahasiswa dengan lulusan predikat cumlaude yang pertama, La Ode Muhammad Isman Al-Fadi dengan Indeks prestasi Kumulatif 3.97 program studi PGSD, kedua Merfin Natan IPK 3,96 prodi Teknik Informatika, dan Handoko Paoulus IPK 3,92 Dengan rata-rata masa studi 3 tahun 10 bulan,” beber Irfan.
Ia menyatakan, setelah kelulusan dari Unipas Morotai akan memasuki fase baru dalam kehidupan berkarier di lembaga pemerintahan, perusahaan swasta dan lembaga non-pemerintahan.
“Kemudian di lembaga penelitian atau pendidikan tinggi di organisasi-organisasi lain, ataupun menjadi seorang wirausaha, dengan kata kuncinya adalah ‘memberikan kontribusi’ kompetensi yang telah saudara raih selama menempuh studi di Universitas Pasifik Morotai,” tuturnya.
Irfan bilang, selama satu dekade lebih Unipas Morotai telah berhasil menghadapi cobaan dan rintangan yang cukup berat dalam mengimplementasikan standar minimal pendidikan tinggi.
”Dan mulai 2024 indikator kinerja (IKU) yang telah kami tetapkan mulai diupayakan ketercapaiaannya. Sehingga keberhasilan diperoleh Unipas Morotai dalam satu tahun terakhir, maka sarana prasarana Unipas terus bertambah. Alhamdulilah tahun ini Rektorat selesai dibangun dan telah diresmikan oleh pemerintah kabupaten Pulau Morotai sehingga sudah dapat kita gunakan. Kita juga melakukan penambahan fasilitas berupa fasiltias labratorium komputer dan tentunya fasilitas labratorium lainnya,” imbuhnya.
Dalam sumber daya manusia Unipas, Irfan memparkan, Morotai saat ini didukung oleh 92 orang dosen dan lebih dari 50 persen telah tersertifikasi. Selain itu tahun ini sebagaimana komitmen Yayasan Perguruan Morotai dan pemerintah daerah Morotai telah mengirimkan studi lanjut strata 3 sebanyak 3 orang dosen.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.