Isman pun mengucapkan terima kasih kepada orangtuanya atas perjuangan mereka.

“Terima kasih mama, terima kasih papa, perjuangan yang tak ada bandingannya, yang setiap hari keringatnya mengalir tak pernah berhenti, yang bahunya hampir patah memikul beban berat untuk memperjuangkan kehidupan kami, yang sajadahnya selalu dibasahi cucuran air mata bersujud bersimpuh di hadapan-Nya memanjat doa agar kami sukses, menjadi orang yang berguna bagi sesama,” ucapnya sembari meneteskan air mata.

Ia mengaku, siang dan malam terus mendengar kalimat motivasi dari orang tuanya.

“Pagi tadi menggunakan toga kebesaran, saya sempat ziarah kuburan bapak. Tanah kuburan masih basah diguyur hujan, saya perlu satu tulisannya, saya bilang papa anakmu sudah sarjana,” pungkasnya.