Rizal bilang, dengan adanya kondisi kebencanaan ini maka melalui rapat bersama para stakeholder sekaligus menetapkan status tanggap darurat bencana di Rua, mulai Minggu (25/8) sampai dua pekan kedepan.

Langkah-langkah yang diambil Pemkot Ternate dibantu sejumlah instansi terkait, di antaranya melakukan evakuasi terhadap para korban, dan membuka akses jalan yang tertutup timbunan material dengan alat berat milik Pemkot Ternate.

Selaku koordinator posko tanggap darurat bencana, Rizal mengaku telah meminta agar lurah, bhabinkamtibmas, dan babinsa setempat berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Pulau Ternate di-backup PMI untuk melakukan pemuktahiran data korban bencana banjir bandang ini.

Langkah itu dilakukan agar tidak terjadi simpang siur data korban dalam bencana tersebut, dan keluar dari satu pintu informasi.

“Kami lagi melakukan pemuktahiran data untuk mengecek secara pasti terkait by name by address terhadap RT 1 dan RT 2 yang terkena musibah,” timpal dia.

Atas status tanggap darurat bencana itu, lanjut Rizal, warga korban banjir maupun yang berada di sekitarannya akan diungsikan sementara di gedung SMK Perikanan di Kelurahan Kastela.

Rapat dadakan Sekda Kota Ternate Rizal Marsaoly dengan sejumlah stakeholder terkait sekaligus menetapkan status tanggap darurat bencana di Rua.(Tandaseru/Ardian Sangaji)

Nantinya di tempat pengungsian kata dia, Pemkot Ternate akan menyiapkan pelayanan kebutuhan bagi pengungsi, seperti makanan, air bersih, dan fasilitas pendukung lainnya.

“Kami minta agar mereka pindah untuk sementara waktu. Mitigasi tetap jalan ikhtiarnya dini tetap kita lakukan untuk menghindari jangan sampai ada banjir bandang susulan,” kata dia.