Jika melihat laga di Gelora Bung Tomo, skuad asuhan Paul Munster tampil dominan. Mereka unggul ball posession, banyak shoot on target tapi tak ada gol tercipta dari open play. Flavio Antonio da Silva – bomber utama Bajul Ijo yang musim lalu bikin 23 gol bersama Persik Kediri – belum menemukan ketajamannya. Munster butuh perbaikan kinerja di lini depan.

Untuk melawan tuan rumah yang bermain tanpa penonton imbas hukuman dari Liga 2, Persebaya sangat mungkin tak akan merubah susunan sebesar pertama. Ernando Ari tetap jadi penjaga gawang utama. Dengan skema 4-3-3, empat bek sejajar akan dihuni oleh Arif Catur di kanan dan Ardi Idrus di kiri mengapit duet Kadek Raditya dan Slavko Damjanovic. Kabarnya ada center bek asing yang baru tapi perkara bermain atau tidak sepenuhnya jadi hak prerogatif Munster.

Meski clean sheet, lini belakang Persebaya bukan tanpa celah. Slavko bukan tipikal bek yang cepat, chemistry nya dengan Kadek belum terlihat sejalan, sisi kanan juga berpeluang dieksploitasi. Hanya sisi kiri yang terbilang kokoh karena ada Ardi Idrus. Menarik melihat duel antara Ardi dengan Yakob Sayuri yang punya determinasi dan kecepatan di atas rata-rata.

Di tengah, trio Mohammed Rasyid – Gaston Costa dan Francisco Rivera akan jadi motor Persebaya. Pergerakan Rivera dan Rasyid patut diwaspadai karena keduanya sangatlah mobile dan kerap muncul di kotak penalti lawan. Naluri bikin gol keduanya terbilang bagus.

Persebaya masih bertumpu pada Flavio. Ini pemain berbahaya yang pintar mencari ruang kosong. Kinerjanya akan didukung oleh pergerakan dua flank yang licin. Bruno Moreira di kiri dan Alfan Suaib di kanan. Tentang Alfan, anak muda asal Ternate ang mengisi slot pemain U-22 memang bermain sangat apik saat melawan Sleman. Menarik juga menantikan jebolan EPA Persebaya ini saat berhadapan dengan Yance Sayuri. Begitu juga duel antara Moreira dengan Fredyan Wahyu yang sudah terjadi sejak musim lalu.

Saya menonton laga Persebaya vs Sleman. Catatan penting untuk Bajul Ijo adalah belum sepenuhnya padu kerjasama antara pemain dalam satu organisasi. Di beberapa moment, yang menonjol terlihat adalah skill individu yang kerap diperagakan pemain. Ini problem umum yang dihadapi nyaris semua tim di pekan pertama BRI Liga1 terkecuali beberapa tim yang tak melakukan banyak perubahan seperti Persib Bandung atau Borneo FC. Soal adaptasi dan membangun chemistry masih jadi pekerjaan rumah pelatih.

Bagaimana dengan Malut United? Hukuman untuk Cassio jadi satu satunya handycap bagi Imran. Karena itu, sangat mungkin Ia akan memainkan Safruddin Tahar di posisi center bek untuk menemani Wahyu Prasetyo yang bermain sangat bagus di Madura. Duet keduanya harapkan bisa mematikan Flavio maupun Moreira yang kerap melakukan cutting inside. Dua bek sayap akan jadi milik Yance dan Fredyan. Empat bek sejajar akan jadi benteng untuk melindungi gawang Mohammad Fahri. Kiper ini tampil brilyant dengan satu save yang krusial saat laga melawan Madura.