Empat bek sejajar akan diisi oleh Fredyan Wahyu -bek kanan PSIS Semarang musim lalu- dan Yance Sayuri -pemain langganan Timnas yang akan beroperasi di sebelah kiri. Dua bek tengah akan jadi milik Wahyu “Hulk” Prasetyo -bek timnas dan kapten PSIS musim lalu yang akan berduet dengan center bek asal Brazil, Cassio Scheld.
Di lini tengah, rekan setim Hendri Myktarian di timnas Armenia, Wbeymar Angulo akan berduet dengan mantan Kapten Garuda Manahati Lestusen. Gelandang Jepang Tatsuro Nagamatsu akan bermain sebagai play maker. Naga selalu bermain simpel dan punya akurasi tendangan bebas yang akurat. Di kanan ada winger andalan Shin Tae-yong – Yakob Sayuri dan di kiri ada sayap Adriano yang baru didatangkan dari Portugal.
Sumber gol Malut United akan dipercayakan pada Diego “Chino” Martinez. Chino tipikal bomber Amerika Latin yang ngotot dan suka bergerak. Tendangan kaki kiri dan kanannya juga kerap mengejutkan karena dilakukan sambil dribel bola. Jika tak jalan, ada opsi memainkan Victor Mansaray – eks PSM Makassar. Ada juga Jorge Correa, Yandi Sofyan dan Hari Nur Julianto.
Pilihan ini bisa berubah jika Imran bermaksud bermain safe di awal dengan memainkan tiga center bek. Safruddin Tahar – center bek yang dibeli dari PSM Makassar dan asli Ternate akan jadi opsi pertama. Ada kemungkinan salah satu pemain asing dicadangkan karena El Capitano Manahati Lestusen lebih bisa memberi ketenangan di lini tengah. Di bangku cadangan, pemain dengan kualitas yang sama menunggu untuk bermain. Karena ada kewajiban memainkan pemain U-22, slotnya akan diisi oleh Pramoedya Putra.
Secara taktikal, Imran punya banyak variasi yang sudah dimatangkan selama latihan pra musim. Kualitas pemain juga sangat menjanjikan. Satu-satunya problem yang dihadapi adalah chemistry antar pemain. Butuh kompetisi dengan tekanan besar untuk menyatukan semua elemen tim. Dari enam pemain asing, hanya Mansaray yang pernah bermain di Liga 1. Butuh adaptasi dengan iklim dan tekanan kompetisi yang serba baru.
Problem yang sama juga dialami Madura United. Dari skuad musim lalu, yang tersisa hanya gelandang asal Brazil – Lulinha. Top skor mereka – Malik Rizaldi dan semua pemain asing berpindah klub. Kapten mereka yang lama bermain untuk Timnas Fahrudin Aryanto juga sudah hengkang. Sebagai pengganti mereka membeli Haudi Abdillah, center bek tangguh milik Bali United namun Haudi mengalami cedera parah dan tak bisa bermain. Pelatih Widodo C Putro jelas punya kerja ekstra. Jordi Wehrmann – gelandang asal Belanda yang sempat akan dinaturalisasi beberapa tahun lalu seperti akan diplot jadi center bek.
Penampilan Madura United yang tak impresif sepanjang gelaran Piala Presiden memperlihatkan chemistry antar pemain yang belum padu. Mereka kebobolan sembilan gol. Tim masih mengandalkan skill individu. Belum ada team work yang mencerminkan kekuatan Madura United sebagai runner up Liga1. Meski begitu, menarik menunggu tarung antara bintang Timnas U-19 Rizky Afrizal di sisi kiri ofensif Madura melawan Fredyan “Ucil” Wahyu. Rizky meski masih sangat muda tapi punya kecepatan dan finishing yang bagus.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.