Perkembangan bisnis di era revolusi teknologi komunikasi era 4.0. mengalami perkembangan begitu pesat dan cepat. Era digitalisasi melahirkan beragam kemajuan bisnis dan perubahan perilaku pasar. Dunia bisnis merambah semua sektor termasuk sektor politik. Margarito menyebut politik adalah bisnis. Sebagai seorang pakar hukum pasti mengamati transaksi bisnis dalam politik sangat menggiurkan. Elite politik membaca dunianya sebagai pasar yang menjanjikan. Dengan otoritasnya mereka merumuskan produk politik yang menghasilkan nilai tambah ekonomi. Fenomena ini bisa dilihat pada ajang pilkada berapa nominal perputaran uang di seluruh Indonesia yang beredar dipusaran otoritas politik untuk membayar lembaran kertas yang namanya surat tugas, rekomendasi dan formulir B1.KWK.
Bisnis dalam ruang politik ibarat pasar gelap, semua transaksi dilakukan tertutup “bawah tangan dan bawah meja”. Mereka yang terlibat dalam transaksi bisnis ruang politik berasal dari berbagai latar belakang sosial dengan pola kerja bagaikan para mafia. Perilaku politik demikian sangat menyimpang dari filosofi dan cita-cita mulia politik.
Rekrutmen politik sebagai fungsi partai politik memilih calon pemimpin telah mengalami pergeseran. Calon pemimpin yang hanya memiliki modal integritas, kapasitas dan moralitas akan tersingkir dalam seleksi jika tidak didukung kemampuan finansial,
Kondisi demikian apabila berlangsung terus maka harapan rakyat di negeri ini untuk memilki pemimpin yang punya kapasitas intelektual, kecerdasan spiritual dan emosional atau bahasa agama, amanah, siddiq, fathanah dan tabliq bak mimpi di siang bolong. Semoga sinyalimen Margarito Kamis menjadi ikhtiar kita untuk memilih pemimpin Maluku Utara ke depan. (*)


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.