Selain itu, Pj Gubernur juga menyampaikan rencana pembangunan jembatan Temadore yang sudah pernah dilakukan pra feasibility study.

“Pak Pj Gubernur mengharapkan jembatan Temadore akan menjadi ikon Maluku Utara,” sambungnya.

Sedangkan untuk Bidang SDA di antaranya rencana pembangunan bendungan Wairoro yang merupakan sentra pendukung kawasan pangan khususnya PSN Weda, air baku pulau Hiri, air baku Soligi yg merupakan pendukung PSN kawasan pulau Obi, bangunan pengendali banjir di kota Sofifi, dan TP irigasi PUPR Provinsi Malut.

Di akhir kunjungannya, Pj Gubernur sempat ke Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan.

“Selain pelaksanaan hilirisasi industri, Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga mendorong pelaksanaan hilirisasi di sektor lainnya yaitu perikanan dan pertanian secepatnya dilakukan, sehingga dapat mengendalikan gap anomali yang telah dijabarkan sebelumnya. Untuk itu dibutuhkan infrastruktur yang memadai melalui APBN, Tugas Pembantuan dan DAK,” tandas Sofyan.