Fauziah dan keluarga yang panik langsung menuju ke rumah Z. Di sana, tampak tubuh Zulfiandi sudah tergeletak di sofa dan ditutupi sebuah kain panjang.

Fauziah kemudian bertanya kepada Z kenapa hingga terjadi begini, sebab almarhum saat di rumah masih baik-baik saja.

“Saat ditanya ke istri almarhum, dia bilang karena jantungan sehingga menyebabkan meninggal,” jelas Hamid.

Di tubuh Zulfiandi, Hamid mengaku, keluarga korban melihat memar di bagian belakang leher serta di bagian telinga. Namun, saat diminta lakukan visum di rumah sakit, Z malah menelepon ambulans untuk membawa jenazah Zulfiandi ke rumah orang tuanya di Kelurahan Salero.

“Jadi saat itu, istri almarhum ini tidak mau melakukan visum dan lain-lain untuk mengetahui pasti kematian korban, melainkan membawa ke rumah orang tua korban untuk dilakukan pemakaman,” akunya.

Singkat cerita, sambung Hamid, keluarga korban yang merasa janggal serta curiga dengan perilaku Z yang seakan menutupi atau tidak terbuka dengan kematian korban langsung membuat laporan dugaan penganiayaan ke Ditreskrimum Polda Malut dengan nomor laporan LP/B/88/IX/2022/Malut/SPKT tertanggal 19 September 2022.