“Ini hanyalah kumpulan para kader Partai Golkar yang ingin menyampaikan aspirasi politik ketika saluran utama yang diharapkan untuk menyambungkan aspirasi kader tersumbat oleh dominasi segelintir elite Partai Golkar Malut, sehingga kami kemudian menamakan diri sebagai Poros Muda Partai Golkar,” terangnya.
“Terkait dengan organisasi sayap Partai Golkar, nanti dibaca lagilah sehingga bisa membedakan antara ormas, organisasi yang didirikan serta sayap Partai Golkar sehingga jangan campur aduk kalau mau buat pernyataan. Nanti dianggap tidak paham anatomi Partai Golkar,” imbuh Muis.
Muis juga menyentil soal konflik internal Golkar. Ia menegaskan, Golkar adalah partai yang sudah go public alias partai milik rakyat.
“Sehingga mau dijelaskan dengan alasan apapun, publik sudah terkonfirmasi dengan pernyataan senior Partai Golkar Malut Pak Hamid Usman atau yang biasa disapa Ko Mit bahwa Golkar Malut pecah karena beda pilihan. Tentu publik Malut lebih percaya Ko Mit karena sangat senior di Golkar Malut jika dibandingkan dengan kader yang ber-KTA Golkar kurang lebih 3 tahun,” tandasnya.



Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.