Unkhair kata dia, selama ini sangat membuka diri kepada siapa pun agar bisa melanjutkan studi di Unkhair. Buktinya, tahun sebelumnya mahasiswa yang memiliki pendengaran terbatas ingin mengambil Program Studi Teknik Mesin tapi diusulkan agar berkenan mengganti prodi dengan pertimbangan keselamatan.

“Jika adanya insiden, mengingat banyak mesin yang cukup berbahaya, takutnya saat diperingatkan kalau ada emergency terjadi di mesin ia tidak mendengar saat diberitahu,” jelasnya.

Kini mahasiswa yang dimaksudkan oleh Warek itu sedang menempuh pendidikan di Prodi Arsitek. Tidak hanya itu, bahkan Unkhair juga memiliki seorang dosen yang merupakan penyandang disabilitas.

Disamping itu pula, Unkhair, lanjut dia, akan menyiapkan salah satu unit layanan disabilitas yang akan melakukan identifikasi, dan assesment pada mahasiswa penyandang distabilitas.

Dalam rangka merancang program kerja unit layanan distabilitas tersebut minimal perlu satu tahun mendatang, agar dapat memuat aspek akademik, kebutuhan khusus, dan penyiapan dunia kerja, dan yang terakhir melaksanakan peresmian sosialisasi ULD.

“Melalui kerja sama KND ini, Unkhair berharap mendapat pendampingan untuk terus melayani mahasiswa penyandang distabilitas dengan baik,“ harapnya.