Tandaseru — Perjuangan mendapatkan pendidikan yang layak hingga kini masih dilakukan anak-anak desa Saminyamau, kecamatan Pulau Rao, Pulau Morotai, Maluku Utara. Bagaimana tidak, setiap kali hendak berangkat sekolah, siswa SMP dan SMA di Saminyamau harus menumpangi sampan kecil menyeberangi laut.

Desa pulau itu sampai saat ini tak memiliki SMP dan SMA. Alhasil, anak-anak harus bersekolah di Pulau Rao dengan perhubungan alakadarnya.

Tak jarang nyawa jadi taruhannya. Seperti pada 2023 lalu sampan siswa SMA yang menyeberang ke Pulau Rao tiba-tiba bocor dan tenggelam.

Mahasiswa Universitas Pasifik Morotai, Rifaldi Majid, menyatakan kondisi ini perlu segera direspon pemda.

“Banyak anak-anak di desa Saminyamau itu berhenti sekolah karena faktornya adalah mereka punya transportasi laut tidak mendukung sama sekali,” ujarnya, Selasa (11/6/2024).

Para siswa, kata dia, kadang menumpangi perahu milik orang tua mereka yang pergi memancing. Jika jam pulang sekolah tiba dan orang tua belum datang menjemput alias belum selesai mancing, tak jarang siswa memilih berenang pulang.