Agung bilang, saksi yang dianggap penting dalam kasus yang ditangani tidak memiliki kepentingan. Ia menyampaikan sesuai fakta yang ada, sesuai yang dilihat.

“Nanti kita akan sinkronkan keterangan jadi satu. Kita tidak boleh terlalu cepat menyimpulkan, nanti ada fakta baru. Ini biarkan semua utuh dulu, direkonstruksi dan digelar perkara baru nanti disampaikan,” terangnya.

“Langkah rekonstruksi dilakukan untuk mengecek semuanya ketersesuaian, keterangan masing-masing orang sesuai atau tidak. Karena dalam kasus ini ada juga saksi mahkota yang kita anggap, dalam artian orang yang benar-benar sadar dalam kejadian,” tandas Agung.