Menurut Ayhar, saluran pembuangan utama di pasar ikan ada sebanyak empat saluran namun dua di antaranya tidak berfungsi sejak lama.

Alhasil, satu dari dua saluran yang tersisa pun akhirnya mengalami penyumbatan. Belum lagi, saluran utama yang menjadi muara pembuangan air limbah dibuat tidak langsung membuang limbah air ke laut melainkan ke lubang resapan.

“Mereka bikin ini tidak kasih tembus (ke laut) karena dapat batu besar jadi dibuat resapan saja, kalau buang (langsung ke laut) berarti kendala selesai,” sambung dia.

Untuk mengantisipasi genangan air makin tinggi dan bisa mengganggu kenyamanan pembeli, kata Ayhar, sejumlah pedagang ikan terpaksa membangun lantai beton tambahan di dalam pasar.

Meski begitu, Ayhar menyatakan pihaknya berharap agar Kepala Disperindag Kota Ternate bisa lebih cekatan menyikapi masalah ini dan memerintahkan petugasnya untuk melakukan memperbaiki saluran yang tersumbat.