Menurut dia, beberapa program yang sedang dijalankan Unkhair ini sinkron dengan kegiatan kerja sama, yakni Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Lebih lanjut, Rektor mengatakan MBKM sendiri memiliki Modul Nusantara, yang bertujuan untuk memaksimalkan ruang pertemuan mahasiswa, meningkatkan pemahaman, dan memperdalam makna toleransi.

“Pada kegiatan ini siswa akan belajar mengenal kekayaan budaya nusantara yang berasal dari berbagai suku, ras, agama dan kepercayaan,” jelas dia.

Sebab itu, harapannya Unkhair dan Prince Songkhla University akan menghasilkan kerja sama yang bermanfaat satu sama lainnya.

Fokus implementasi kerja sama mahasiswa Unkhair khususnya mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, kemudian Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yaitu akan diikutsertakan pada program summer course yang dilaksanakan pada Oktober-November 2024.

Menurut Dekan FEB, Muhsin N Bailussy, SE., M.Si, keikutsertaan mahasiswa sudah menjadi agenda dari Program Studi Manajemen, dan merencanakan beberapa mahasiswa untuk mengikuti students exchange. Sedangkan program studi Pendidikan Bahasa Inggris pertukaran mahasiswa adalah agenda tahunan yang dilaksanakan sebagai bagian dari peningkatan IKU prodi dan fakultas.

Dekan FKIP, Prof. Dr. Abdu Mas’ud, M.Pd, juga turut menyampaikan selain pertukaran mahasiswa, perlu juga dijajaki program riset internasional.

Komitmen ini menurut Ketua LPPM, Prof. Dr. Sundari, M.Pd, menjadi bagian penting dari LPPM yang sedang menggerakkan riset kolaborasi level internasional.