“Sejarah berdirinya Unipas diawali oleh beberapa tokoh di antaranya Drs. Rusli Sibua Ketua Dewan Pembina, Sudirman Sudin sebagi Ketua Yayasan Perguruan Morotai, dan sejumlah tokoh lainya yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu,” paparnya.
Perjuangan Unipas, Irfan bilang, saat itu periode 2008-2011 Morotai baru dimekarkan menjadi daerah otonomi baru di Provinsi Maluku Utara dengan segala keterbatasan, terutama keterbatasan sumber daya manusia. Upaya mengatasi keterbatasan SDM tersebut, Pemda Morotai telah melakukan kerja sama dengan Universitas Muhammdiyah Malut untuk membuka kelas kuliah jauh di Morotai.
“Upaya tersebut dirasa kurang efektif dan efisien sehingga Bupati Rusli Sibua menghentikan kerja sama dan mendirikan Yayasan Perguruan Morotai. Selanjutnya lewat dukungan Pemda Morotai dan Universitas Khairun Ternate, upaya mendirikan Unipas berhasil tahun 2013,” jelasnya.
“Kami juga beterimakasih kepada mantan rektor Unipas Sulami Sibua, Husba Arif sebagai mantan ketua yayasan. kemudian Unipas sudah meluluskan 1.000 mahasiswa,” imbuh Irfan.
Pada 10 Januari 2014, sambungnya, Universitas Pasifik mendapatkan izin pertama kali dari Unkhair, dan memiliki 11 program studi dan 6 fakultas.
“Dengan menggunakan gedung rektorat yang ada di lokasi MTQ. Alhamdulillah hari ini kita resmi bersama gedung rektorat yang baru,” timpalnya.
Ia menambahkan, betapa pentingnya pendidikan hari ini sehingga pemda melalui program tahun 2019-2021 oleh Benny Laos (mantan bupati) mencanangkan program Multiyears.
“Ada 3 paket, pertama bangunan rektorat, auditorium dan auditorium terpadu. Namun dua bangunan belum dapat diselesaikan, dan bangunan rektorat dapat diselesaikan oleh Penjabat Bupati. Bangunan ini sempat terhenti, tapi karena ada upaya konsekuensi hukum dan dapat terselesaikam karena dapat dibantu dan diawasi dengan baik oleh Kejaksaan Pulau Morotai,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.